Ibu Prita

Complain,iyik,crigis dari konsumen yang memberikan kritik dari pelayanan ataupun produk yang telah dibelinya adalah wajar . Apabila kewajaran itu berbuah meringkuknya badan dipenjara, apakah ini sebagai pertanda kedepan nanti konsumen hanya diperbolehkan diam walau produk atau layanan yang diterima terasa mengecawakan?
Dulu konsumen adalah raja tapi nyatanya sekarang udah turun tahta .
Top Speed
Saya bukanlah orang yang hobby kebut-kebutan dijalanan . Selain karena takut mati konyol juga ngak tega mencelakakan pengguna jalan lain jika dalam berkendara saya srudak-sruduk tanpa sopan-santun yang nyata-nyata jalan itu bukan milik mbah buyutku .

Sejak kubeli setahun yang lalu (tapi kreditnya masih 6 bulan lagi), belon pernah sekalipun saya menggeber gas ampe mentok jadi saya ndak tahu sebenarnya berapa top speed dari motor saya . Karena itu tiap ada orang nanya berapa kecepatan maksimal “Si Ireng” jawabannyapun beragam, kadang kujawab 140 km/jam atau 150 km/jam . Komentar juga bermacam-macam, ada yang bilang motor 200 cc kok cuman lari segitu, waahh kecang juga ya . Dan komentar yang paling membanggakan adalah “Jago juga ya ngebut pake motor ?” . “Ah..biasa aja, maklum mas dulu saya sering ikut balapan, jawab saya dengan congkaknya . He..hehe padahal dulu cuman ikutan balap karung bila 17an itupun kalah mulu
Tapi sore sepulang kerja tadi nasib mengantarkan saya untuk merasakan gimana sensasinya ngebut dijalanan bak Ali Topan . Saya bener-bener membetot grip gas ampe mentok..tok, rasanya ngeri-ngeri sedap.Suara knalpot menggelegar, mesin bergetar ampe pangkal paha, wiii geli . Tapi saya agak kecewa ternyata kecepatan maksimal “Si Ireng” cuman 115 km/jam, jarum dispidometer ngak mau beranjak naik lagi .
Alasan sebenarnya kenapa ngebut tadi bukanlah ikut-ikutan gaya pembalap GP atau rasa penasaran terhadap top speed dari motor saya atau sudah pengen cari mati . Tapi sore tadi saya harus cepat-cepat sampai dirumah ada satu hajat besar yang harus segera dilaksanakan . Sumpah saya lagi KEBELET .
Mungkin tulisan ini bisa dijadikan inspirasi bagi pembalap Indonesia agar bisa berkibar didunia international, selain macari artis tentunya . Dengan ditunjang dengan kerja keras dalam berlatih juga dibiasakan untuk melatih dirinya agar KEBELET setelah bendera start dikibarkan .
Reparasi Tabok

Reparasi atau service adalah suatu proses memperbaiki barang yang rusak menjadi berfungsi kembali . Seyogyanya dilakukan orang yang ahli, dengan keahliannya dia mampu mendeteksi bagian mana yang rusak dan yang musti diganti. Kadang hanya dengan melihat gejala atau tanda-tanda dia udah tahu alat mana yang perlu diperbaiki .
Lalu apa yang dimaksud dengan “Reparasi Tabok”, beda dengan penjabaran diatas, kalo yang ini proses reparasi yang dilakukan orang yang bukan ahlinya . Modalnya ; sedikit rasa sok tahu dipadu dengan sikap keminter ditambah secuil rasa penasaran . Secara pisik kurang lebih sama dengan yang ahli, keringat kadang juga keluar, ditengah perbaikan juga pakai termenung seakan berpikir keras mencari sebab kerusakan . Dari segi alat “Reparasi Tabok” ini menganut falsafah tidak ada rotan akarpun jadi . Obeng tidak tersedia pisau atau gunting bukan menjadi persoalan yang penting bisa difungsikan sama, dolnya sekrup dan cuilnya cover bukan bencana besar yang penting barang bisa terbuka.
Yang mengasyikkan adalah proses perbaikannya, pokoknya semua bagian dianggap rusak olehnya.Dimulai dengan sedikit pembersihan dari debu maupun kotoran, setelah itu melakukan perabaan pada setiap komponen,pada proses ini sering didapati memakai variasi tekan sana-sini dan colok-buka..buka-colok . Setelah dirasa cukup maka dia akan terdiam sejenak, merokok, minum teh dan garuk-garuk kepala . Beberapa menit kemudian maka unit yang rusak akan dihidupkan . Ditahapan ini persentase kegagalannya adalah 99%. Baca entri selengkapnya »
Waktu Ngopi
Suasana waktu rehat ngopi sore kali ini lain . Yang biasanya kita isi dengan canda tawa atau ngangguin Narti penjaga kantin tapi disore ini kita ngobrolin tentang hasil pemilu yang baru kelar 2 hari yang lampau . Serius lengkap dengan dahi yang mengkerut seperti pengamat politik yang sering nongol ditelevisi .
Berbuih saat mengeluarkan pendapat, ludahnya menyemprot-nyemprot saat saling adu argumentasi . Saling menerka dan mengkalkulasi langkah-langkah apa yang akan diambil para elit partai nanti,panas diskusinya sepanas kopi yang dibikin Narti.
Ini bener-bener serius karena kulihat tak ada yang ketawa dari tadi . Ada yang tangannya ikut menari-nari seiring dengan mulutnya yang terus berbicara. Ada yang menunjuk-nunjuk ada juga yang menggeleng-ngelengkan kepalanya tanda tidak setuju atau kurang tahu,yang ini saya ngak begitu ngerti. Yang pasti obrolan mereka mirip para tokoh yang berdasi .
Halaah..ti..Narti jangan cemberut gitu, ini cuman siklus 5 tahunan, tenang aja nanti seminggu atau dua minggu lagi mereka akan kembali menggodamu lagi.
2 Tahun 10 hari

Tepat 2 tahun lebih sepuluh hari umur blog ini . Blog yang pada awalnya dibuat karena iseng-iseng menuangkan lamunan lewat tulisan, bercerita aktifitas yang saya lakukan ato melihat tingkah lingkungan sekitar . Ada yang ditulis lewat pengalaman nyata tapi kebanyakan ngarang hasil imaginasi waktu kongkow dikakus . Blog ini pada akhirnya kujadikan ajang untuk belajar menulis . Menulis tentang apa saja tentang apa yang mau kutulis, hanya mengikuti kemana arah jari mengalir di tuts-tuts keyboard, dan menyingkirkan pakem ato aturan dalam menulis
Menulis, mengejewantahkan pikiran yang ada didalam batok kepala kedalam rangkaian-rangkaian kalimat, adalah dunia baru bagiku. Dunia ini ternyata mengasyikkan, lega rasanya kalo udah menuangkan apa yang ada dibenak kedalam beberapa paragrap tulisan berbentuk cerita wagu ataupun puisi katrok ndeso ra mutu . Dan jangan harap saya bisa menuliskan ndakik tentang filsafat, psikologi, agama, poleksosbud hankam rata atopun ilmu-ilmu high end lainnya . Prosesor saya sering hang kalo untuk menulis tentang ilmu-ilmu itu .
Tapi memang akhir-akhir ini saya jarang mengupdate blog ini . Keinginan menulis sebenarnya selalu ada tapi tiap mau mengawali tulisan otak tiba-tiba menjadi blank, dan parahnya saya tidak tahu apa sebabnya . Mungkin seperti orang yang impotensi, keinginan udah diubun-ubun tapi pas mau action malah ngak bisa apa-apa, pyuuuh menjengkelkan . Semoga anda ngak impotensi tapi kalo pengen merasakan gimana penderitaan impotensi, gampang saja jepitkan “jempol” anda dipintu rumah .
Sebelum menuliskan postingan ini saya sempat membaca lagi postingan pertama dulu . Diakhir postingan saya menulis kalimat atau boleh dibilang doa : “Semoga dapat terpuaskan lewat bersenggamanya kata-kata dan menumbuhkan beribu-ribu kalimat .” Habis membaca itu saya diem sejenak, njurrr… apa maksud saya menuliskan kalimat itu ??
Sakit
Supaya bisa merasakan betapa nikmatnya sehat maka kadang kita diberi rasa sakit, untuk itu bersyukurlah kalo kita masih diberi badan yang sehat, demikian petuah orang bijak .
Sakit adalah saatnya menjual sapi untuk ongkos mantri, jadi jangan sakit bila tak mau sapi yang kau pelihara bertahun-tahun hanya bisa ditukar dengan obat, kata Kang Kardi tetanggaku dikampung.
Sakit adalah bertemu dengan petugas pendaftaran rumah sakit yang jutek, cemberut suster, wajah datar dokter, cibir kasir apoteker karena resep hanya mampu ditebus separo, ini cerita Mas Yanto, yang pernah mengalami sakit karena motor bebek bututnya disenggol Mercy warna ijo disekitaran lampu bangjo dekat kantor kabupaten sana.
Sakit adalah akibat dari pola hidup yang acak-acakan, banyak rokokan, begadangan, mandinya malam-malam, jarang olahraga, ndak pernah sarapan, kalo yang ini menurut pengalaman pribadi saya .
Sakit bagi seorang bocah adalah hilangnya kecerian diwajah lucunya, hilangnya canda ceria diwaktu pagi, hilangnya waktu bermain kesana kemari . Pinggala nama bocah itu, tadi pagi jam 7.00 berbaring pasrah dimeja operasi karena pembengkakan di testisnya .
“Cepet sembuh Ping … Lagi-lagi ommu ini ndak bisa ikut memelukmu.”
Batam Panas Membara
Setelah sekian lama tidak posting, akhirnya timbul juga rasa kangen untuk kembali menulis diblog ini . Bukan karena sibuk dengan kerjaan sehingga blog ini ditelantarkan begitu saja, dan juga bukan karena waktunya habis untuk nimbang duit yang berkwintal-kwintal wong saya masih kere tapi ngaya, yang waktunya masih banyak tersisa dan terbuang percuma .
Selama 2009 ini baru dua kali saya masuk Dasboards blog, pertama waktu posting 2009 January lalu dan saat ini . Walo begitu saya masih tetep hapal dengan passwordnya, laah cuman 4 digit angka 1234, paduan yang simple dan mudah diinget bagi orang pikun sekalipun
. Halaah siapa yang nanyak ?? Bukan ini hanya sekedar basa-basi saja, juga biar postingan ini kelihatan panjang .
Walau tidak ada hubungannya dengan kemalesan saya mengupdate blog ini, kota Batam akhir-akhir ini panas banget, gerah, kemringet always . Kalo suhu ndak turun-turun rasanya sudah pantes saya beli unta ataupun menanam kurma . Secara ilmiah saya ngak tahu kenapa temperatur kota ini semakin panas ( kalo sampeyan masih ngotot pengen tahu, sumpah saya bener-bener ngak mudeng ) . Baca entri selengkapnya »
Euthanasia
Euthanasia (mercy killing) merupakan suatu tindakan medis yang dilakukan secara sadar untuk mengakhiri suatu kehidupan untuk melepaskannya dari penderitaan yang tidak ada perlakuan/pengobatan yang memungkinkan . Euthanisia juga masih menjadi perdebatan apakah layak untuk dilakukan . Dan merupakan pilihan yang amat sulit untuk dilakukan.
Demikian juga si Pussy, kucing peliharaan embak saya . siPussy melakukan tindakan Euthanasia karena anak yang sekitar semingguan yang lalu dilahirkan sekarat akibat dimangsa kucing tetangga . Insting keibuannya ngak bisa melihat penderitaan anaknya. Baca entri selengkapnya »
Safety First

Papan tulisan untuk mengutamakan keselamatan kerja (seperti gambar diatas) terpasang ditiap ujung workshop tempat saya mburuh . Dipintu masukpun terpampang dengan jelas aturan-aturan yang mewajibkan memakai alat-alat keselamatan kerja bila mau memasuki area workshop .
Helm,sepatu boat,kaca mata, kaos tangan,tutup telinga dan masker hidung merupakan piranti-piranti yang harus digunakan bila memasuki area kerja . Tapi hanya karena alasan ribet banyak yang tidak menggunakan alat pelindung diri ini ato dengan kata laen mengenyampingkan keselamatan kerja .
Pun begitu juga dengan saya dulu, kesadaran untuk menggunakan alat pelindung kerja tidak ada sama sekali . Sampai suatu ketika ada kejadian-kejadian yang membuat saya sadar betapa pentingnya memakai alat-alat pelindung diri ini . Baca entri selengkapnya »

Domblang-domblongnya bocah hitam, dekil dalam melihat hingar bingarnya dunia yang dituangkan dalam bentuk tulisan kecil eh pendek .



