Semarang Ai Yem Kaming

Saya hidup di Jawa Tengah (bagian ndeso tahun 1990 saja PLN baru masuk) dari mulai orok, ngalamin mimpi basah sampai tubuh ndak pantes lagi make seragam SMA . Walo begitu saya ndak paham sama sekali seluk beluk Ibukota Propinsi Jawa Tengah,Semarang . Sekali-kali pernah maen juga, tapi biasa ndak betah dengan alasan panas, banyak nyamuk dan alasan-lain yang dibuat-buat . Jangan tanya soal Simpang lima , Kota lama ato Tugu muda kayak apa, saya betul-betul ndak tahu persisnya kek gimana.

Tapi nasib menuntun saya untuk hidup di Kota Semarang saat ini . Tepatnya masih sekitar 2 mingguan,  tetep belon tahu arah, masih merasa menghadap selatan kalo shalat :mrgreen: . Karena itu semalam saya sempatkan diri muter-muter kota, menghapal jalan serta daerah . Siapa tahu bisa dapat cem-ceman yang bikin hati semakin betah tinggal di Semarang..halah.

Perjalanan dimulai jam 11.30 malam, Lanjutkan membaca ‘Semarang Ai Yem Kaming’

Pengadilan (pagelaran) Gemes

Pengadilan terbuka yang diprakarsai oleh penduduk sebuah negeri yang telah sekian lama dibikin bingung oleh proses peradilan para pelaku konsipirasi,korupsi. Jenuh melepuh karena melihat proses yang memakan waktu yang panjang tapi pada akhirnya kasusnya malah mlungkret dan ruwet.

Pengadilan yang biasa digelar ditanah lapang dikaki bukit yang pohon-pohonnya kering meranggas . Tapi pengadilan ini sangat jauh beda dengan pengadilan-pengadilan seperti yang ditipi-tipi itu . Kalo yang ditipi selalu ada hakim, jaksa dan pengacara yang berwajah kaku nan serius, kalo pengadilan ini tidak ada. Disini juga tidak menggunakan pasal-pasal kitab undang-undang sebagai dakwaan, mengingat pasal-pasal itu masih bisa dicari-cari celahnya untuk bisa meloloskan diri. Lanjutkan membaca ‘Pengadilan (pagelaran) Gemes’

Pamitan

berkemas

Barang, tetek dan juga bengek udah dikemas . Akhirnya tiba juga waktu untuk meninggalkan kota ini, Batam . Kurang lebih 9 tahun saya hidup dikota ini . Banyak pengalaman yang saya petik, banyak pelajaran yang didapat dan smoga semuanya bisa untuk dijadikan bekal untuk kehidupan saya mendatang . Luruh dalam kesedihan sampai terbahak dalam tawa beraduk-aduk ato saling bergantian pernah juga saya rasakan selama hidup disini, esok akan menjadi kenangan dan sebagai modal dongeng anak cucu suatu masa kelak .

Simbah saya bilang kalo ada perjumpaan pasti ada perpisahan, jadi jangan habiskan rasa untuk suka ria tapi sisakan sedikit rasa untuk modal bila suatu saat nanti kita akan melakukan perpisahan. Jadi jangan ada tangis….halah hahaha.Yang pasti saya akan merindukan kota ini bersama segenap isinya.

Postingan ini juga saya anggap sebagai pamitan untuk teman – teman Batam Blogger Community, mas Joko . Maaf gan saya ndak pernah ikut ngumpal-ngumpul.. Kalo ada sumur diladang, semoga suatu saat bisa ketemu dan numpang mandi lagi.

Blog ini (semoga) akan tetap hidup dengan cerita-cerita dari belantara hidup yang baru . Sampai jumpa

Langkah

lelaku

Saatnya kaki-kaki kembali terayun melangkah . Menapaki deru kehidupan yang melesat melaju . Tapak-tapak yang lalu adalah guru nan bijaksana, ambil hikmah biar langkah-langkah kaki tidak tersandung dan terantuk batu.

Jangan tersedu tergagu. Mari bernyayi,nyanyikan lagu untuk belantara hidup yang baru.

pic dari sini

Halaman Berikutnya »