Saya hidup di Jawa Tengah (bagian ndeso tahun 1990 saja PLN baru masuk) dari mulai orok, ngalamin mimpi basah sampai tubuh ndak pantes lagi make seragam SMA . Walo begitu saya ndak paham sama sekali seluk beluk Ibukota Propinsi Jawa Tengah,Semarang . Sekali-kali pernah maen juga, tapi biasa ndak betah dengan alasan panas, banyak nyamuk dan alasan-lain yang dibuat-buat . Jangan tanya soal Simpang lima , Kota lama ato Tugu muda kayak apa, saya betul-betul ndak tahu persisnya kek gimana.
Tapi nasib menuntun saya untuk hidup di Kota Semarang saat ini . Tepatnya masih sekitar 2 mingguan, tetep belon tahu arah, masih merasa menghadap selatan kalo shalat
. Karena itu semalam saya sempatkan diri muter-muter kota, menghapal jalan serta daerah . Siapa tahu bisa dapat cem-ceman yang bikin hati semakin betah tinggal di Semarang..halah.
Perjalanan dimulai jam 11.30 malam, Lanjutkan membaca ‘Semarang Ai Yem Kaming’


Domblang-domblongnya bocah hitam, dekil dalam melihat hingar bingarnya dunia yang dituangkan dalam bentuk tulisan kecil eh pendek .

Uphuk-an Kawan