Dua Belalang [Monolog]

6.30 pagi yang di hari minggu .
Ngak seperti biasa aku terbangun sepagi ini yang nyata-nyata hari minggu begini . Menjadikan sesuatu yang luar biasa dalam sejarah hidup saya, yang jarang sekali merasakan udara pagi dihari minggu . Bila Bapakku ada disini tentunya ia akan nanggap wayang kulit semalam suntuk untuk merayakan keluarbiasaan anak lelaki yang nganteng sendiri ini . Tapi sudahlah beliaunya ngak disini dan akupun ngak merasa nganteng .

07.00 pagi ini hari Minggu tho..
Segelas teh ukuran jumbo ditambah 2 sendok makan gula pasir tersaji dan disajikan oleh saya sendiri untuk menemani menikmati pagi ini . Saat yang tepat rasanya untuk menikmati udara pagi dan lembutnya matahari pagi, di belukar taman depan rumah tempat yang paling strategis tentunya untuk menikmati itu . Aktifitas kehidupan ternyata telah berjalan, disamping rumah mbak-mbak sibuk menjemur pakaian, dilapangan basket depan ibu sedang sibuk menyuapi anaknya yang nangkring di sepeda roda tiga . Bapak-bapak sedang nyuci motor . Dan ada dua ekor belalang yang sedang sibuk menggerogoti tanaman palmku, yang sudah tak indah lagi karena jarang dirawat ditambah belalang yang menggerogoti daunnya, menjadikan lengkap sudah ketakterindahan tanaman palmku .

07.30 pagi lha kok hari minggu..
Teh digelas tak terlalu panas dan tinggal separo, rasanya ngak enak dipandang kalo aku nongkrong disini terus-terusan. Bukannya apa-apa takut nanti dikira ngeliatin ibu yang nyuapin anaknya digampar suaminya nanti, ato malah menjadikan GR mbak-mbak yang sedang malu-malu menjemur cd lhak tambah ruwet nanti dan parahnya lagi bila dipanggil bapak yang nyuci motor itu untuk bantuin ngelap motornya bisa menjadikan hancur lebur pagiku dihari minggu ini . Tapi kok saya tertarik dengan dua ekor belalang yang sedang makan pagi di pohon palm . Pagi ini dia berdua akan kujadikan tamu special bagi saya . Kuambil dengan hati-hati dua ekor belalang itu . Ternyata dua ekor belalang itu tidak berontak, secara naluri kebelalangannya mungkin dia tahu kalo saya orang baik . Satu kupegang ditangan kiri dan satunya ditangan kanan, kubawa mereka berdua kedalam .

08.05 pagi yang masih hari minggu
Kutaruh pelan-pelan kedua belalang diatas cover cd mp3 bajakan, yang tua (jangan berpikir aku tahu umur belalang itu, aku cuman mengira-ngira karena badannya lebih besar dari yang satunya) ku letakkan disamping kiri dan yang muda (yang kecil badannya…jangan protes dengan hasil pengira-ngiraan saya) disebelah kanan diantara mereka berdua kubatasi dengan spidol yang sudah tidak ada isinya lagi .
” hey kalian berdua, jangan takut kau tamuku kali ini special bahkan karena kau juga kupersilahkan masuk kedalam kamar pribadi saya . Jadi santai saja, sebenernya aku mau nanya nama kamu berdua siapa, tapi sudahlah pastinyapun takkan kau jawab. Okelah yang besar kusebut tua dan yang kecil kusebut muda, simple khan . Karena kau berdua diam aku anggap setuju.”
“Sekarang pastinya kalian berdua pasti kebingungan, apa maksud dari saya membawa kesini .Muda aku tahu lewat gerak bibirmu kau berprasangka buruk terhadap saya, ngak saya ngak akan menyiksamu.Saya cuman kepengin kalian berdua ngobrol, berbincang dari hati kehati.Antara kamu muda dan kamu yang tua. “
“Saya ngak akan menyela percakapan kalian.. yaah saya cuman mau mendengar …oh ya biar lebih enak ngobrolnya aku ambilkan kalian setangkai daun palm dan aku mau ngambil tehku yang tertinggal didepan tadi .”

08.20 minggu pagi lagi !
Setangkai daun palm kubawa ke kamar untuk kuhidangkan kepada dua ekor tamuku . Tapi kutengok di cover cd mp 3 tempat kutaruh kedua tamu, ternyata tinggal satu belalang di situ . Yang muda entah kemana ..
“Tua, kemana siMuda tadi kau apakan dia sampai ia tak betah berlama-lama disini? Kau jejali dengan khotbah-khotbahmu ya?.. Sehingga ia muak dan lari dari depanmu . Bukankah tadi aku bilang aku pengin kalian berdua untuk berbicara dari hati kehati . Bukan dengan yang tua sok tahu apa-apa dan mengganggap yang muda ngak tau apa-apa . Hilangkan batas itu .”
“Tua, sekarang kamu kehilangan teman untuk bercakap khan, seharusnya khan tadi kamu ngak harus memaksakan apa yang ada dipikiranmu untuk diterima belalang muda tadi . Jamannya sudah lain tua…”
“Kamu ngak bisa memaksakan ide-idemu, siMuda pasti juga punya jalan pikiran sendiri.Seakan tadi kau seperti mengarahkan apa yang terbaik untuk dilakukan, tapi itu khan malah membelenggu siMuda tadi untuk melangkah . Harusnya kau terima dulu protesnya dengan hati bukan dengan emosi .Kau cermati dulu apa yang dia lakukan, apa yang diimpikan oleh siMuda, karena keinginan dan impianmu  tentunya berbeda .”
“Sekarang kamu menyesal, kepalamu menoleh kesana-kemari mencari siMuda, walo didepanmu terhidang lezat setangkai daun palm segar kau ngak bisa menikmatinya khan..sekarang baru kamu rasakan rindunya kenakalan siMuda tadi.Penyesalan memang letaknya dibelakang.”
“Tapi sudahlah nikmati setangkai palm yang kuhidangkan, nikmati karena semua sudah terjadi . Dan yakinlah siMuda tadi akan baik-baik saja . Walo bagaimanapun marahnya dia sampai meninggalkanmu tadi tentunya dia akan selalu akan mengingat segala nasihatmu . Mari nikmati hidanganku .”

09.30 Pagi..pagi…hari minggu
Kepalaku berat . Ngak ada siapapun dirumah, cuman aku sama belalang tua yang sedang mengunyah setangkai palm segar .
Kuraih handphone ku…”Hallo..Pak RT?”
“Iya.” jawab orang diujung sana.
“Kepalaku berat Pak, bisa antar aku ke Rumah Sakit Jiwa terdekat.”

16 Tanggapan ke “Dua Belalang [Monolog]”


  1. 2 almascatie September 9, 2007 pukul 7:50 pm

    sensitif sekali si regsa pagi2
    wkakakakkaka

  2. 3 fetro September 10, 2007 pukul 12:27 am

    sayang banget toh mas, daun palmnya di kasih ke belalang, mendingan kasih daun rumput muda aja.!

    Mas, apa enak minum teh sendirian?

  3. 4 sie konsumsi September 10, 2007 pukul 9:24 am

    regsa.. makanya, resep yang kemaren ditebus, bandel amit siy. Coba kalu kemaren2 dah ditebus and diminum, ga sampe segini parahnya kan. Bikin kerjaan ajah
    *nelpon RSJ*

  4. 5 ambulance September 10, 2007 pukul 4:08 pm

    perlu ambulance nggak…..? kekekeke

  5. 6 deKing September 10, 2007 pukul 7:24 pm

    serius….menarik
    Mantapz bro

  6. 7 almascatie September 10, 2007 pukul 7:39 pm

    *uhmmm serius mode on*
    aha nasib bujangan rupanya.. ditengah rantau ughhh tidakkkkk!!!
    reg kamu ga takut si tua kabur jga setelah dirimu berkhotbah didepan dia?
    :lol:

  7. 8 mpokb September 11, 2007 pukul 3:46 am

    belalang juga ngalamin kesenjangan generasi toh.. :P

  8. 9 gimbal September 11, 2007 pukul 5:31 am

    hahahahahha
    anggota Grogol nech kayaknya… apa Magelang aja??? Biar ktemu Srintil penghuni setia RSJ Magelang… awkawkawkkwakkwakwa

    tapi keren-keren, SAKPORE!

    si tua keras kepala, si tua konservatif, si tua feodalis, si tua otoriter,
    tapi si tua pernah muda juga…

  9. 10 regsa September 11, 2007 pukul 7:16 am

    #Almas
    Silahkan tapi jangan diperjual belikan kaplingnya .
    Sensitif je…gara2 liat mbak2 njemur baju…kakaka

    # Fetro Bang
    Rumput muda ? belalangnya ternyata anti poligami…
    Yaah kalo ngak enak tinggal tambah gula…gitu aja kok repot… :)

    # May..
    Obatnya yang kemarin pahit….
    Tapi sueer aku bukan yang kaw kasih arum manis n ngejar-ngejar kaw….wakaka

    #Liexs Mas
    Ambulance sing Full ac, Full audio, plus miniBar.. ada..ada ? Wahuhu .

    #Deking Mas
    Biasa aja mas, tak semantap matematikanya situ…makasi2 :)

    #Almas lagi
    Ini cerita belalang lho !!!
    Baru sadar ternyata belalang tua dan saya sama2 sok tahu …. hahaha tapi belalang itu terlalu tua untuk kabur malah saya sarankan bikin blog ..

    #Mbokb
    Itu menurut otak pentium 100 saya mbok…hahaha , mana kopinya ?

    #Gimbal
    Dengan masuk RSJ aku akan nampak waras sendiri dan pandai sendiri…hahaha
    JAH YAH .

  10. 11 almascatie September 11, 2007 pukul 9:11 am

    Baru sadar ternyata belalang tua dan saya sama2 sok tahu …. hahaha tapi belalang itu terlalu tua untuk kabur malah saya sarankan bikin blog ..

    dasar belalang tua.. makin tua makin menjad :p

  11. 12 'K, September 11, 2007 pukul 11:02 am

    pesan tersiratnya bagus
    toB toB

  12. 13 regsa September 11, 2007 pukul 1:25 pm

    #Almas
    Kasian udah tua jangan disumpahi.. :)

    #K
    Sebetulnya saya ndak bermaksud berpesan. Pujiannya akan saya sampaikan ke belalang..hehe

  13. 14 Liexs September 11, 2007 pukul 1:56 pm

    Tidak ada rotan, akarpun jadi
    Tidak ada pacar, belalangpun boleh juga.kekeke

  14. 15 regsa September 17, 2007 pukul 1:12 pm

    # Lieks mas
    kelewatan njawabe…hehehe
    Yg jadi masalah saya ngak tau cewek or cowok belalang yg bersama saya.
    Situ tau?


  1. 1 Dua sisi manusia « Angkringan Senyum Lacak balik pada September 17, 2007 pukul 3:50 am

Tinggalkan Balasan