Arsip untuk Januari, 2008

sstt..

Hanya pengen sstt tak ingin yang laen . Pokoknya mau sstt dan ngak harus dijelaskan mengenai kenapa saya memilih ssstt . Bukan ssst untuk selama-lamanya seperti mantan petinggi yang barusan ssst itu . Tapi ssst secara saya saja, tak mau ssstt secara orang laen . Karena sssstku tak pernah seperti yang laen . Seistemewa apa ssstku ? Sudahlah aku tak mau menjelaskan karena aku hanya pengen ssst .

Terus ampe kapan harus ssst ? sssst jangan banyak tanya !! Ato kamu juga pengen ssst seperti saya ? Ndak kreatip, mosok ssst saja ngikut-ngikut .

Sudah, mingkem lebih baik, aku mau ssst ….

Ledha-ledhe menikmati waktu

Sekian lama aku tidak pernah menikmati malam seperti kali ini . Duduk ditumpukan ubin yang sudah mulai berlumut di teras depan rumah . Tak ada kopi atopun suaru lagu karena aku ndak mau diganggu .

Dan mulai kuamati apa-apa disekitar, didepan maupun disamping saya, yang sudah lupa kapan tepatnya apa-apa itu terakhir kali kuamati . Didepan sana yang dulu adalah taman kosong beralang-alang sekarang sudah ada lapangan bercor semen, sayapun ndak tahu pasti untuk apa lapangan itu untuk lapangan poli ato basket,terlalu remang terlalu samar terlihat dari tempat aku duduk diatas ubin berlumut . Tapi mungkin juga tempat untuk bermain anak-anak, berlarian dalam sendau gurau dengan teman-teman sebayanya, karena terlihat sepeda roda tiga yang tertinggal disana . Anak kecil itu mungkin berlari meninggalkan begitu saja sepeda miliknya karena kena marah orang tuanya akibat bermaen ampe lupa waktu, cah kok nakal men :) ledha-ledhe laennya

Matur Tengkyu Verymuch

Anjing kampung yang baik,

terimakasih , kau telah membuatku menyelesaikan tugasku dunia dengan sebaik-baiknya. Aku hanya bisa mewariskan diriku sendiri bagimu . Kita dulu suka berbagi makanan jika hari sedang baik . kau tahu, mereka menyebutku gelandangan sedangkan aku lebih suka menganggap diriku sang Kelana, orang bebas yang tak terikat oleh apapun dan tak memiliki apapun, yang setiap hari keluar masuk kampung . Dan pada suatu hari ketika merasa sudah capek, aku mencari tempat teduh dan tenang dipinggir kota, dan kulihat kau mengikutiku. Aku merasa bahagia sebab ternyata ada yang masih setia kepadaku.Kau tampak terpesona menyaksikan aku menutup mataku; kau melolong pelan ketika kemudian aku melepaskan diri dari diriku sendiri . Kemudian dengan cara yang tak terbayangkan indahnya kau mulai menyobek-nyobek jasadku sampai tinggal tulang dan tengkorak yang tak lagi menimbulkan seleramu. selanjutnya disini

Apakah saya juga ikut memaafken ?

Sampai detik ini belon ada satu orangpun yang menanyakan sikap saya tentang status hukum yang terhormat Bapak Sepuh Suharto yang saat ini lagi berbaring sakit , apakah saya juga akan memaafkan beliau juga ? Padahal diluaran sana, dikoran-koran, ditipi-tipi orang sibuk berdebat tentang persoalan ini . Bahkan, konon di Palembang mantan ketua umum partai yang beuusar sekali menghimbau keseluruhan masyarakat untuk memaafkan kesalahan dan juga mendoakan kesembuhan beliau . (maaf kok dimohon bukankah memberi maaf adalah dengan kesadaran sendiri dan ikhlass…*husst kok ya dikomentari pejabat lhoo kuwi*) lagi dan lagi

Halaman Berikutnya »


regsa.wordpress.com

Domblang-domblongnya bocah hitam, dekil dalam melihat hingar bingarnya dunia yang dituangkan dalam bentuk tulisan kecil eh pendek .

Pandemen Reggae Indonesia

Ngumpul ngumpul

Batam Blogger community