Gitu lagi
Pengusaha Batam menolak membayarkan Upah Minimum Kota Batam sebesar hanya 960 rebu Rupiah . Bahkan Asosiasi Pengusaha Indonesia Batam, resmi menggugat Surat Keputusan Gubernur yang menetapkan nilai upah tersebut . Pengusaha telah mendaftarkan gugatan ke PTUN di Pekanbaru dengan nomor gugatan 02/GTUN/2008/PTUN-PBR tanggal 3 Januari 2008 .
Berita yang tak sengaja saya baca dari koran bekas bungkus gorengan sore tadi .
Upah yang segitu itu, yang masih dibawah angka kehidupan layak di kota Batam, masih juga enggan untuk dibayarkan . Slalu begitu tiap tahun . Bahkan seperti yang dikatakan Juru bicara Apindo, tinggi upah ini menyebabkan beberapa perusahaanhengkang dari Batam . Laaik .!! Ini kulit buruh udah hitam legam kok ya masih mau dikambing hitamkan . Bahkan beliaunya juga membandingkan pada saat Singapura mengalami krisis negara itu menurunkan upah buruh bukan malah menaikkan seperti di Batam . Niiaah. !! pertama tadi udah di kambing hitamkan sekarang dibanding-bandingkan dengan negara yang semaju itu, mooodiar ra ?
Tentang laiik yang pertama tadi dan niaaah pembanding-bandingan tadi saya utarakan ke teman nyocot disela ngopi tadi,kang Muri .
“Gimana menurut situ tentang laik dan niah yang mengakibatkan modiar tadi ?”
“Andai misal yang nanya mengenai itu seorang Gubernur atopun Pejabat apakah bener pendapat saya akan dijadikan dasar untuk membuat keputusan, laa apalagi yang nanyak gondhes cilik seperti kamu, sia-sia saja bau mulut saya nanti terbuang.” jawabnya sok cool dan dengan cuek meniup kopi tubruk panasnya .
Ya, seperti yang tersirat dari perkataan Kang Muri tadi . Kaum buruh tak mampu berbuat apa, hanya mampu melihat dari kejauhan, mengintip dari lubang sempit, membaca berita dari bekas gorengan, apa-apa yang akan di lakukan oleh tuan-tuan diatas sana . Dan pasrah dengan apa yang diputuskan nantinya .
Dan pemilik modal yang punya duit segudang tentunya dengan seenaknya bisa hengkang mencari tempat yang lebih menguntungkan, laah wong punya uang, atopun membayar pengacara bermilyar-milyar di sidang, lumrah aja dia mampu membayar .
Dan saya, kami buruh harus mengadu pada sapa . Apakah kepada Paklek Bejo Lurah Kedungleri sebuah dusun dikaki Gunung Payung ?? Cuman beliau satu-satu saudara saya yang jadi pejabat .
———————————————-
berita diambil dari sini
Domblang-domblongnya bocah hitam, dekil dalam melihat hingar bingarnya dunia yang dituangkan dalam bentuk tulisan kecil eh pendek .




Hmm… Ya kok bisa2nya gitu log pake menggugat keputusan Gubernur. Jangan2 nanti malah ada yg berani menggugat keputusan presiden lagi…
Nyook demo…
Praditya
Januari 14, 2008 at 11:10 pm
asem ik, dijak jagongan sing duwe omah ben ra iso pertamax, kedhisikan tenan..
ruyas
Januari 15, 2008 at 12:03 am
yen ngene, nambah maneh ae..
ruyas
Januari 15, 2008 at 12:06 am
ping telu sisan yo wis ben
ruyas
Januari 15, 2008 at 12:07 am
papat sekalian…. *ra moco postingan*
ruyas
Januari 15, 2008 at 12:25 am
“Dan saya, kami buruh harus mengadu pada sapa . Apakah kepada Paklek Bejo Lurah Kedungleri sebuah dusun dikaki Gunung Payung ??”
ndak ferlu, cukuf lakukan femberontakan saja!!!
Hoek Soegirang
Januari 15, 2008 at 1:47 am
ah itu cuma akal2an si biadab eh abidin
geblek
Januari 15, 2008 at 1:51 am
nasib…nasib
fetro
Januari 15, 2008 at 7:18 am
lagi-lagi kaum kecil selalu menjadi penonton dan tidak punya bargaining untuk melawan kekuatan.. kekuatan kaum buruh emang masih kecil tapi pengusaha lebih serakah dari pada semuanya.. alasan apapun yang dikeluarkan hanyalah apologi untuk tetap mendapatkan keuntungan yang banyak tanpa memikirkan kemanusian
almascatie
Januari 15, 2008 at 11:11 am
demoin
masakaja om..!!deethalsya
Januari 15, 2008 at 3:21 pm
ngadu ke pak wakil walikota aja yuk..dia juga khan blogger..ada tuh linknya di Planet Kepri
eko prasetyo
Januari 15, 2008 at 3:53 pm
#adit
yang jadi masalah, bukan berani tak berani menggugatnya Dit namun, nilai upah dan arogannya pemilik modal ..
#sayur
karepmu yur..nek kowe seneng aku yo melu seneng
#Hoek
dengan membikin bendera segala.. begiftu ?
#geblek
laa iya tho, manusia satu itu..
#fetro
yaya.. bginilah
#Almas
begitulah mas, sebenernya buruh juga punya pendapat yang ingin disampaikan, tapi buruh kebingungan kemana dan kepada siapa . Koar-koar di Dewan, dah pernah dan ndak ngaruh . Dilaen sisi buruh juga takut berpendapat, kalo kebanyakan omong juga bisa dipecat mas.. truss piye dapure ndak ngebul tho..
*puanjang dan serius, tumben*
*deet
hayo para mahasiswa dukung kami..jangan chatting mlulu..
#eko
buwali pa pak wali, blognya yang penuh aroma partai itu ya mas ?
regsa
Januari 15, 2008 at 9:31 pm
Wah, harus di demo tuh, bro..
Ah, kenapa ya penguasa seneng banget membuat kebijakan yg gak populer??
*bentangkan spanduk*
qzink666
Januari 16, 2008 at 1:58 am
ya memang salah satu syarat jadi pejabat di negeri ini adalah berani (a.k.a hobi) bikin kebijakan yang menyakitkan kawulanya
*dibelakang qzink bakar2 ban bekas*
sayur asem
Januari 16, 2008 at 3:53 pm
nasib . . . sabar ya . . .
bacteria
Januari 17, 2008 at 7:36 am
mo ke halaman belakang ah…mo bikin bambu Runcing, mo ikut-ikutan demo >:)
goes
Januari 17, 2008 at 1:23 pm
#qzink
di demo dah pernah dan ndak ngaruh zink..
sayapun kebijakan itu dibuat untuk apa ya… mungkin sekedar supaya dibilang bijak ..
#sayur
ya..ya begitulah
tumben agak lurus komene, habis kontrol dokter yo ?
#bacteria
terimakasih
#goes
emang tahun 45 pake bambu runcing ?? rompi bom man lebih modern .. wakaka
regsa
Januari 17, 2008 at 3:26 pm
kalaupun gaji naik, nanti harga barang udah keburu naik duluan. apa pindah ke kuba aja? gaji kecil tapi kesehatan dan kelangsungan hidup terjamin? wehehehe, jangan… kok malah kabur..
mpokb
Januari 17, 2008 at 6:44 pm
iya tuh, yg kasih perbandingan nggak fair. btw, sa, kalaupun gaji naik, nanti harga barang udah keburu naik duluan. ngeselinnn…!
mpokb
Januari 17, 2008 at 6:47 pm
#mpokb
kuba, pengen cerutunya aja mpok..
mengenai harga barang juga menjadi persoalan serius . wong ini gaji naiknya di pending harga air udah naek..jiaan . Harusnya memang dikontrol dengan bener-bener mengenai harga kebutuhan pokok ini .
regsa
Januari 17, 2008 at 10:40 pm