uphak-uphuk

mechotot kesana mechotot kesini

Ruangan di bawah pohon beringin

with 19 comments

Hari sudah beranjak gelap, seperti biasa aku baru pulang dari kerja . Wajah kusam, lesu dan bau keringat begitulah keseharianku bila hari baru saja disapa malam . Tapi hari ini kuniatkan tidak terus langsung pulang seperti biasa yang aku lakukan . Ada rencana yang telah kuukir sejak sebelum aku tidur kemaren malam (eh jam 02.30 itu malam ato pagi ?), rencana untuk mengunjungi sebuah ruang dipinggir jalan, dibawah pohon beringin besar .

Dan kini tibalah saatnya aku mengunjungi ruangan itu, sebuah ruang yang tidak begitu besar dengan lampu benderang, ditunggui seorang laki-laki berpakaian hitam ,sebuah kursi besi yang sudah sobek-sobek kulit busanya dan sebuah meja yang penuh alat-alat tajam . Lalu akupun duduk disitu, seperti pesakitan yang sedang menunggu sidang berakhir, pasrah kusandarkan punggung .

Lalu laki-laki berpakain hitam itu mengikatku, membelengguku dari leher sampai menutup setengah badan . Tubuhku gerah, tanganku tak bisa leluasa bergerak dan leherku terasa tercekik . Hanya diam yang kumampu tanpa daya untuk sekedar bertanya “Akan kau buat pepeskah tubuhku ?

Oh ya, kurang lebih satumeteran didepanku ada sebuah cermin besar . Ada bayang diriku, pikiranku, kotor otakku, rahasiaku dan semua-muanya tentang diriku terpantul dengan jelasnya dicermin itu . Sebenarnya pengen kusentuh bayangku dicermin itu tapi bagaimana mungkin,tanganku sedang dibelenggu .

Sepersekian detik kemudian sesuatu yang dingin, harum menyegarkan disemprotkan lelaki berpakaian hitam itu disekujur kepalaku . Saya tersadar dan terkejut, jangan-jangan cermin itu menceritakan semua tentang diriku pada lelaki yang tepat berada dibelakangku . Sehingga ia kasihan dan menyemprotkan cairan untuk mencuci segala benak di kepalaku, tapi kayaknya ndak mungkin . Sebelum pertanyaanku terjawab laki-laki itu malah menyambar benda tajam dimeja, melibas semua yang ada dipermukaan kepalaku dengan jurus-jurus nan gemulai layak puteri keraton yang sedang menari . Dengan tangan kanan memainkan benda tajam, tangan kirinyapun lihai menyorong, menekan kadang menjambak kepalaku . Suatu kelihaian tangan yang maha sempurna . Aku hanya diam walo kepala diombang-ambingkan kesan kemari.

Setengah jampun berlalu .

+] mas..sudah, rambut sampeyan sudah pangky dan wajah lebih seger kayak anak SMU yang baru selesai UN .

-] :mrgreen:

Written by regsa

April 26, 2008 pada 12:11 am

Ditulis dalam ngedupuk

19 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Cerita pangkas rambut yang mengerikan. Hiiiyyyy…

    Rafki RS

    April 26, 2008 at 7:27 am

  2. wah…
    slebore anyar,hahaha

    goop

    April 26, 2008 at 7:37 am

  3. tak kirain ceritanya gimana gituh … jebule potong rambut tho :D

    Elys Welt

    April 26, 2008 at 8:34 am

  4. lalu,apa dia mengunakan jurus seribu gerakan tanpa bayangan saat membabat habis rambutmu..?hehehehe….

    langitjiwa

    April 26, 2008 at 9:45 am

  5. sa berapa duit di bayar tu tukang cukur? :mrgreen:

    erickningrat

    April 26, 2008 at 8:26 pm

  6. begh..mau dong dibuat begituan …
    *larrrrriiiiiiii* ;)

    Okta Sihotang

    April 26, 2008 at 9:43 pm

  7. anjrit kirain apaan kang
    hayu mana screenshotnya
    hai ini kan tanpa screenshot, artinya kan basbang kang :)

    iklantops

    April 27, 2008 at 12:45 am

  8. scream 5?

    Eko Prasetyo

    April 27, 2008 at 5:35 pm

  9. oough motong rambut di DPR tho… heuheu basi banget ya nyebut DPR –> Dibawah Pohon Rindang… :D

    tc

    April 27, 2008 at 8:11 pm

  10. di botak gak mas??

    hanggadamai

    April 27, 2008 at 9:52 pm

  11. cerita yang seram… ternyata eh ternyata tukang cukur :D

    Totok Sugianto

    April 28, 2008 at 12:54 am

  12. narsisme akut yang tinggal dikit lagi dikubur nih
    :P

    almascatie

    April 28, 2008 at 8:22 am

  13. salah deh…
    aku ngebayanginnya di outdoor, di bawah pohon beringin gedhe yang angker plus sepi…remang-remang pula.
    eeee…ternyata, e ternyata..

    marsini

    April 28, 2008 at 12:00 pm

  14. duuhh..tiwas membayangkan yang horor2..huhu.

    stey

    April 28, 2008 at 4:06 pm

  15. entah kenafa saya tidak terkejut dengan ending seperti ini
    *pulang cengar-cengir*

    jiki

    April 28, 2008 at 4:40 pm

  16. “waduh mas, ada kamtib.. !” sambil lari terbirit2x meninggalkan pale lu yg baru kecukur sebelah….

    Tigis

    April 30, 2008 at 11:06 am

  17. haiyah…
    cukur wae…
    dicukur apane ?? sirahe ?? :lol:

    niez-nya adit

    Mei 1, 2008 at 4:12 pm

  18. #rifky
    tutup mata..wiii

    #goop
    slebor becak ndess :lol:

    #elys
    laa perkiraan sampeyan apa ?

    #langitjiwa
    saya belon pernah melihat jurus kanuragan sehebat itu sebelumnya..kisanak :)

    #erick
    10.000 murah meriah

    #okta
    dibegituin..lah

    #geblek
    wahh mulai ngo bisnis tho ???
    screen shote nyusul

    #eko
    heheh..

    #tc
    hehe di DPR dengan potongan ala kuncung bawuk..lebih jadul lagi kahan :mrgreen:

    #hanggadamai
    dibotak ? biar kayak orang pinter maksute?

    #totok
    iya, ndak bermutu ya ..kekeke

    #almas
    ah itu cuman perasaan abang saja :lol:

    #marsini
    sampeyan ketipu juga ya..?

    #stey
    laah, apa pohon beringin ki selalu horor po ?

    #jiki
    kayak punyanya sapa ya ? :mesem:

    #tigis
    sip thoo malah ndak mbayar

    #nies
    cukur kok wae..piye tho ?
    sing dicukur idepku, gondrong je, nganti rak iso namati opo2 :lol:

    regsa

    Mei 4, 2008 at 12:28 am

  19. itu tukang pangkas rambut apa jagal mas? hihihi

    Mimi

    Nopember 18, 2008 at 10:59 am


Tinggalkan Balasan