Pak Tani

Pak Tani apa kabarmu ? Lama kita tidak bertemu, berapa tahun ya? 10, 15 ato mungkin juga sudah 20 tahun . Kapan tepatnya kita bertemu pun aku lupa, yang kuingat hanyalah saat itu saya duduk dipematang sawah yang sedang kau garap. Ya betul saat itu kamu sedang menikmati hasil kerja kerasmu, padi subur yang mulai menguning terbentang.Yang mungkin dengan hitungan hari padi itu sudah siap dipanen .

Pak tani, bukannya aku melupakanmu . Saya selalu ingat, kala itu aku selalu menyambangimu tiap sore hari . Aku begitu ingat aroma tembakau semprul yang menyembur saat kamu membanggakan suburnya tanah yang kau garap . Aku juga masih terngiang saat kamu bersandung syair Maskumambang ato Megatruh sambil mengusir burung-burung yang mengganggu tanamanmu . Dan saat pulang sambil memikul cangkul, kau gandeng tangan kecilku, sambil kau dongengkan aku tentang Dewi Sri, Sang Dewi kesuburan yang begitu murah hati memberikan kesuburan ditanah kampung yang begitu kau cintai .

Pak Tani apa kabarmu hari ini, saat semuanya seperti terasa mencekik . Kabar terakhir yang kudapat kau jual hasil panenmu untuk membeli pupuk, sedang untuk makan keluargamu sendiri kamu membeli beras yang didatangkan dengan kapal dari negeri entah berantah . Harga obat pestisida pengusir hama harganya juga tidak bisa dibilang murah . Dan sialnya lagi kau ganti kerbau pembajak tanah dengan traktor (yang akan meringankan kerja, seperti impianmu), ya traktor makannya minyak bukan rumput seperti kerbau yang kamu punyai dulu . Lalu gimana kamu dapat menutup modal awalmu, cucur keringatmu juga tak terbayar saya kira .

Pak Tani apakah kamu lupa memberi sesaji kepada Dewi Sri, sehingga tanahmu sekarang kerontang . Ato itu mungkin karena kamu dipaksa menjejalkan pupuk kimia untuk mendongkrak kesuburan tanahmu dan sekarang residu-residu kimia itu mengkikis habis zat-zat alami penyubur lahan pertanianmu . Dan semakin lama tanah membutuhkan lebih banyak pupuk lagi untuk bisa ditanami, dan hama, wereng juga menjadi kebal sehingga membutuhkan banyak dosis pestisida lagi untuk membasmi .

Pak Tani bila aku menemuimu nanti apakah kamu masih mampu membelikan aku soto ayam didepan pasar. dari duit yang kau simpan dibalik peci hitammu ? Dan masih sanggupkah kau bernyanyi, mendendangkan syair Asmarandana untukku nanti ?

34 Tanggapan ke “Pak Tani”


  1. 1 erickningrat Juni 13, 2008 pukul 9:22 am

    pertamax! :mrgreen:
    pak tani yang terbeli oleh jaman

  2. 4 almascatie Juni 13, 2008 pukul 9:25 am

    ketigaxx
    *injak2 erik yang ambil podium vertamax*
    :evil:

  3. 6 almascatie Juni 13, 2008 pukul 9:28 am

    Pak Tani bila aku menemuimu nanti apakah kamu masih mampu membelikan aku soto ayam didepan pasar. dari duit yang kau simpan dibalik peci hitammu ? Dan masih sanggupkah kau bernyanyi, mendendangkan syair Asmarandana untukku nanti ?

    :shock:
    dasar preman mo ketemuuan aja kok masih malak!!!

  4. 7 almascatie Juni 13, 2008 pukul 9:29 am

    yah yang laen disabet

    *kaburr*

    *enaknya pagi2 buang sampah disini*

  5. 8 almascatie Juni 13, 2008 pukul 9:31 am

    *lirik box comment*

    ah masih kurang empat untuk penuh semua

  6. 9 almascatie Juni 13, 2008 pukul 9:33 am

    biarin… enak banget kalo tidur dirumah

  7. 10 almascatie Juni 13, 2008 pukul 9:34 am

    makan tidur.. makan tidur…. makan… tidur…..

  8. 11 almascatie Juni 13, 2008 pukul 9:35 am

    *bangun benteng *

    ngintip dari jendela liat regsa murka

    yeahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
    :lol:
    :lol:
    :lol:
    :lol:
    :lol:
    :lol:
    :lol:
    :lol:
    :lol:

  9. 12 franciska_dyah Juni 13, 2008 pukul 1:05 pm

    duabelasx!:mrgreen:
    juga pupuk yg kabarnya dimainin stoknya, pas musim tanam mendadak pupuk jadi langka n mahal..
    pak tani.. riwayatmu kini!!
    nelongso sumpritt

  10. 13 alex® Juni 13, 2008 pukul 3:43 pm

    Saya membaca postingan ini kok jadi pengen dengar lagunya Slank tentang Si Kancil yang mencuri laser discnya Pak Tani :mrgreen:

    *bongkar koleksi mp3* :P

  11. 14 joko supriyanto Juni 13, 2008 pukul 6:16 pm

    pak taninya lagi dalam rangka mau jadi blogger mas :)

  12. 15 Liexs Juni 13, 2008 pukul 7:31 pm

    Ketika ktemu pak tani umurmu piro ger?

  13. 16 langitjiwa Juni 13, 2008 pukul 8:53 pm

    masih kusimpan lebaran uang kertas itu utk ku’traktir dirimu,mau?

    hehehe..met malam,kang.

  14. 17 sayur asem Juni 13, 2008 pukul 9:47 pm

    Pak tani membajak sawah
    Budi bermain layang-layang
    Wati menanam bunga
    Iwan bermain bola
    Gergaji pak Jaya tajam

  15. 18 BaPaKnYa TaM-TaM Juni 13, 2008 pukul 9:47 pm

    Ger…suwe-suwe kok blogmu tambah gak mutu to?…ono pak tani,ono sariyem,ono @#$%^&….mbok yao tentang dirimu sejatine sing diceritakke….

  16. 19 sucikeren Juni 13, 2008 pukul 11:26 pm

    trus buk tani nya apa kabar pak?

  17. 20 bedh Juni 14, 2008 pukul 6:05 am

    memang sedih kalau mendengar cerita kalau selalu orang kecil seperti petani yang selalu paling dirugikan
    tapi sedikit menyenangkan kalo ngebaca masih banyak yang peduli.
    :)
    hidup pak tani
    tetap semangat yahhhhh
    :D

  18. 21 Edi Psw Juni 15, 2008 pukul 11:14 am

    Wah, kasihan banget hidup pak tani.

  19. 22 Liexs Juni 15, 2008 pukul 11:31 pm

    pertamax!
    pak tani yang terbeli oleh jaman

    2 almascatie
    Juni 13, 2008 pukul 9:24 am
    asyem keduluan

    3 almascatie
    Juni 13, 2008 pukul 9:25 am
    ketigaxx

    4 almascatie
    Juni 13, 2008 pukul 9:25 am
    ketigaxx
    *injak2 erik yang ambil podium vertamax*

    5 almascatie
    Juni 13, 2008 pukul 9:26 am
    halah salah semua

    6 almascatie
    Juni 13, 2008 pukul 9:28 am
    Pak Tani bila aku menemuimu nanti apakah kamu masih mampu membelikan aku soto ayam didepan pasar. dari duit yang kau simpan dibalik peci hitammu ? Dan masih sanggupkah kau bernyanyi, mendendangkan syair Asmarandana untukku nanti ?

    dasar preman mo ketemuuan aja kok masih malak!!!

    7 almascatie
    Juni 13, 2008 pukul 9:29 am
    yah yang laen disabet

    *kaburr*

    *enaknya pagi2 buang sampah disini*

    8 almascatie
    Juni 13, 2008 pukul 9:31 am
    *lirik box comment*

    ah masih kurang empat untuk penuh semua

    9 almascatie
    Juni 13, 2008 pukul 9:33 am
    biarin… enak banget kalo tidur dirumah

    10 almascatie
    Juni 13, 2008 pukul 9:34 am
    makan tidur.. makan tidur…. makan… tidur…..

    11 almascatie
    Juni 13, 2008 pukul 9:35 am
    *bangun benteng *

    ngintip dari jendela liat regsa murka

    yeahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

    12 franciska_dyah
    Juni 13, 2008 pukul 1:05 pm
    duabelasx!
    juga pupuk yg kabarnya dimainin stoknya, pas musim tanam mendadak pupuk jadi langka n mahal..
    pak tani.. riwayatmu kini!!
    nelongso sumpritt

    13 alex®
    Juni 13, 2008 pukul 3:43 pm
    Saya membaca postingan ini kok jadi pengen dengar lagunya Slank tentang Si Kancil yang mencuri laser discnya Pak Tani

    *bongkar koleksi mp3*

    14 joko supriyanto
    Juni 13, 2008 pukul 6:16 pm
    pak taninya lagi dalam rangka mau jadi blogger mas

    15 Liexs
    Juni 13, 2008 pukul 7:31 pm
    Ketika ktemu pak tani umurmu piro ger?

    16 langitjiwa
    Juni 13, 2008 pukul 8:53 pm
    masih kusimpan lebaran uang kertas itu utk ku’traktir dirimu,mau?

    hehehe..met malam,kang.

    17 sayur asem
    Juni 13, 2008 pukul 9:47 pm
    Pak tani membajak sawah
    Budi bermain layang-layang
    Wati menanam bunga
    Iwan bermain bola
    Gergaji pak Jaya tajam

    18 BaPaKnYa TaM-TaM
    Juni 13, 2008 pukul 9:47 pm
    Ger…suwe-suwe kok blogmu tambah gak mutu to?…ono pak tani,ono sariyem,ono @#$%^&….mbok yao tentang dirimu sejatine sing diceritakke….

    19 sucikeren
    Juni 13, 2008 pukul 11:26 pm
    trus buk tani nya apa kabar pak?

    20 bedh
    Juni 14, 2008 pukul 6:05 am
    memang sedih kalau mendengar cerita kalau selalu orang kecil seperti petani yang selalu paling dirugikan
    tapi sedikit menyenangkan kalo ngebaca masih banyak yang peduli.
    hidup pak tani
    tetap semangat yahhhhh

    21 Edi Psw
    Juni 15, 2008 pukul 11:14 am
    Wah, kasihan banget hidup pak tani.

    INI RANGKUMAN KOMENT DARI SEDULURMU GER,DARIPADA DOLANAN SCROLL MUNGGAH MUDHUN.

    *Lari sekenceng-kencengnya ndak dilempar pacul ma Regsa

  20. 23 Tigis Juni 16, 2008 pukul 6:50 pm

    ngomong2x dewi Sri itu cantik dan seksi ga sih ? koq gue ga pernah ngeliat penggambarannya sampe skrg.

  21. 24 niez-nya adit Juni 17, 2008 pukul 12:34 pm

    setuju sama mas almas…
    nek suwi ra ketemu ki ya mbok njajakke…malah njaluk dijajake ki piye…

  22. 25 adit-nya niez Juni 18, 2008 pukul 2:55 pm

    Gyahahaha… Numpang nonton ya oom… :lol:

  23. 26 juliach Juni 20, 2008 pukul 4:08 pm

    Pak Tani harus pakai traktor dong!

  24. 27 Raynardbudi Juni 21, 2008 pukul 9:58 pm

    Ger,tukang soto ngarep pasang wis mati ning tukang srabi yen esuk isih ono.

  25. 28 mpokb Juni 21, 2008 pukul 10:27 pm

    Pak tani sudah pada ke betawi, ger. Jadi kuli galian ato buruh borongan proyek apartemen. Kadang2 masang tulangan di jalur busway ato ngelas besi jembatan penyeberangan. Pak tani di negeri agraris, jangan2 kelak cuma jadi mitos? :(

  26. 29 fetro Juni 23, 2008 pukul 12:35 pm

    pak tani… makin lama makin susah hidupmu..
    Jadi ingat Bapakku

  27. 30 sucikeren Juni 24, 2008 pukul 6:59 am

    ya ampun tuh liexs isenga bgt seeeeeeh

  28. 31 sayur asem Juni 26, 2008 pukul 5:46 pm

    blog-e ditinggal nyawah ??

  29. 32 regsa Juni 26, 2008 pukul 10:06 pm

    #semuanya
    makasih telah sudi koment
    ndak usah dijawab ya.. saya mau aktip ngeblog lagi :joget2:

  30. 33 arika Juli 7, 2008 pukul 10:49 am

    ko’ malah minta dibeliin soto?
    :D :D

  31. 34 jazili Juli 10, 2008 pukul 6:14 pm

    Yup kasian bener tuh pak tani…, kuduada yang perhatiin deh…

    Salam kenal.


Tinggalkan Balasan




regsa.wordpress.com

Domblang-domblongnya bocah hitam, dekil dalam melihat hingar bingarnya dunia yang dituangkan dalam bentuk tulisan kecil eh pendek .

Pandemen Reggae Indonesia

Ngumpul ngumpul

Batam Blogger community