Circumcision
Circumcision bahasa ngaya dari khitan ato kadang juga disebut sunat yaitu tindakan ngukir memotong sebagian atau menghilangkan seluruh kulit penutup penis . Tindakan ini biasa dilakukan ketika anak masih kecil, logikanya pada masa ini dagingnya masih lembut dan karena masih dalam proses pertumbuhan jadi diharapkan lebih cepat sembuh . Tapi tak ada yang ngelarang orang yang sudah dewasa untuk dikhitan, tapi saya kira kasian dokter yang akan menyunatnya, harus mengeluarkan banyak tenaga untuk mengiris daging yang sudah sedemikian ulet bin alot .
Untuk metode khitan saat ini sudah semakin modern dan dilakukan oleh para ahli yang ilmu kedigdayaannya sudah ndak diragukan lagi . Dari yang metode konvensional( pemotongan,penghentian fokus pendarahan, dijahit lalu diperban ) . Ato metode Cautery Set ato disebut Khitan Laser dengan metode seperti ini burung yang dikhitan tidak mengeluarkan darah, tidak dijahit dan sianak langsung bisa menggunakan celana ato dapat dikatakan rasa sakit dapat ditekan sedemikian kecil .
Bapak saya dulu pernah cerita gimana sakitnya pada saat beliau diKhitan . Bapak yang hidup dikampung dikhitan oleh seorang Tukang Sunat (ditempat kami disebut Bong Supit ) bukan Dokter . Dengan peralatan seadanya Tukang Sunat itu menjalankan prakteknya . Waktu itu alat yang digunakan untuk melakukan khitan adalah bambu yang diiris tipis( welat, jawa) hingga tajamnya menyerupai pisau silet . Tanpa menggunakan obat bius ato obat medis, daging punya bapak dengan bengis
disayat begitu saja, darahpun menyembur . Setelah darah dihentikan maka bekas luka sayatan diberi putih telur sebagai obatnya (apa ngak dikerubuti semut ya ? hihihhi) . ‘Siksaan’ itu belon berhenti disitu, lukanya memakan waktu lama untuk penyembuhan, bengkak sebesar bola pingpong dengan rasa aduhai sedut senutnya tiap malam dirasakan katanya . Jangankan pake celana, pake sarung aja harus hati-hati . Supaya kulit yang terluka tidak bergesekan langsung dengan kain sarung, maka bapak menggunakan kulit kelapa yang sudah dibersihkan serabutnya untuk menutup ‘barang’ kesayangannya . kek dikasi spoiler ya ? :tabok-tabok pantat bapak:
Dalam agama Islam khitan merupakan salah satu media pensucian diri dan bukti ketertundukan kita kepada ajaran agama, sesuai sabda Rosul SAW .
“Lima perkara yang merupakan fitrah manusia : 1. sunat (khitan), 2. al-Istihdad (mencukur rambut pada sekitar kemaluan), 3. memotong kumis, 4. mencukur bulu ketiak, dan 5. menggunting kuku. (HR Jama’ah dari Abu Hurairah r.a.).
Sidang jamaah Jum’at yang saya cintai….
. Saya kurang begitu mengerti hukum Khitan wajib ato sunnah bagi seorang laki-laki, jadi saya ndak mau membahas tentang ini . Jadi tanyakan saja pada Kyai ato Ulama yang paling dekat dengan rumah anda .
Kalo dipandang dari sudut kesehatan tentunya khitan bisa menjadikan organ fital jadi bersih . Biasa dibawah penile skin adalah tempat yang strategis bagi smegma ( cairan yang menggumpal kek keju) dan cenderung tidak bersih karena tempatnya tertutup . Dengan dipotong maka menjadikan tempat itu lebih mudah dibersihkan dari segala polutan atoupun residu yang mengotori . Dengan bersih tentunya penyakitpun enggan mendekati, dengan terbuka alangkah semriwing rasanya
.

Pun begitu dengan keponakan saya yang tercinta Duta Adicahya Darmawan karena ingin menjalankan syariat agama dan biar organ fitalnya bersih dan sehat maka pada tepat dihari ( 26 Juni 2008 ) ini dia di Khitan di Bogem, nJogyakarta . Mohon doanya dari sampeyan-sampeyan semua supaya dia cepet sembuh . Jangan mengharap makan-makan, wong saya aja ngak bisa makan-makan dengannya.
Sebelom dan sesudahnya saya haturkan terima kasih .. Halah
============
>>>Tak.. ndak usah sedih, om ndak bisa ngancani, tapi pas om pulang nanti kita bandingkan aja hasilnya lebih nganteng mana “ukirannya”, punya om ato punya Dutak
Domblang-domblongnya bocah hitam, dekil dalam melihat hingar bingarnya dunia yang dituangkan dalam bentuk tulisan kecil eh pendek .




walah cuman mo nulis tentang khitanan ponakan toh pak?!
yo wes lah
sucikeren
Juni 26, 2008 at 10:55 pm
sik.. jujur yo, nggonmu ki asline wis di sunat rung? gek2…. *ra iso mbayangke*
sayurs
Juni 26, 2008 at 11:25 pm
Masih ada ya sunat di Bogem..?…jadi inget aq waktu sunat juga di Bogem…( Hmmmm,awakmu dadi ngelingke aq… ).
BaPaKnYa TaM-TaM
Juni 27, 2008 at 12:05 am
lah tak kirain itu poto kecil sampean kang
mirip tenan, beda di warna dowang kang
joko supriyanto
Juni 27, 2008 at 5:10 am
saya suka pas bagian semriwing dan ukiran
singo tenan!
goop
Juni 27, 2008 at 10:57 am
salam buat keponaannya
erickningrat
Juni 27, 2008 at 11:57 am
penjelasannya udah kayak dokter yang nyambi kyai..
entar perbandingannya dibuatkan skrinshut ya
fetro
Juni 27, 2008 at 12:53 pm
hii.. seremm ya khitanan jaman bapaknya pak regsa dulu…
*cupu*
franciska_dyah
Juni 28, 2008 at 10:50 am
Selamat atas di ukirnya( sensor ) keponakanmu,kang.
langitjiwa
Juni 28, 2008 at 11:12 am
Dulu saya pernah takut setengah mati waktu dikhitan. Tapi sekarang sudah enak tidak seperti dulu lagi.
Edi Psw
Juni 28, 2008 at 5:03 pm
jadi inget pas sayah juga
ngeliat jaitannya ga rapih, saya nanya sama mantri sunatnya, kenapa ga dijait rapih sayah, eh kata mantrinya ini namanya di radial (kaya ban mobil ajah) nanti kamu tau gunanya saat sudah dewasa
hehehehe
*pantesan pada minta tambah semua*
Ade
Juni 29, 2008 at 7:43 am
wah jadi inget pas gue sunatan. Uda gede, kelas 1 SMP, tinggi udah 173. Sbelum sunat pada nyukurin bulu2x dulu. Pas uda kelar dan sampe rumah terus tidur. Begitu bangun lah koq banyak darah membanjir di burung gue. Langsung ke rumah sakit lg. Malah ditanya ama mantrinya, “tadi BERDIRI ya ?!”
sial.
Tigis
Juni 29, 2008 at 1:00 pm
woo mau dibandingkan ya om??
aprikot
Juni 30, 2008 at 4:27 pm
uhuy!
Nisha
Juni 30, 2008 at 6:07 pm
ihhh sereum banget ya mas klo pke welat..
hanggadamai
Juli 1, 2008 at 10:03 am
woi
gimbal
Juli 1, 2008 at 10:38 pm
#suci
emang dikira saya mau sunat lagi ya ?
#sayur
laah sopo sing suruh mbayangke punyaku ? ih jijay
#gatak mas
ukiran khas bogem juga ya ?
#joko
ireng gosong maksudnya, itu karena efek kota jahanam yg kita cintai ini
#goop
punya sampeyan kadang masih terasa semriwing, ndak ?
#erick
saya sampaikan rick
#fetro
skrinsutnya malah mbikin takut orang
#dyah
kek liat hantu aja serem
#langit
makasih langit
#edy
Iya pak, dengan dunia kedokteran yang semakin maju, khitan sudah ndak terasa sakit lagi
#ade
punya saya bukan hanya benangnya de, malah jarumnya ngak dilepas
#tigis
waktu itu sampeyan mikirin apa ? kok ampe berdiri ..kekek
#aprikot
iya.. tinggal butuh juri. Sampeyan mau ?
#nisha
ssttt mbak . Jangan bilang-bilang
#hanggadamai
ngak serem tapi sakit nga .. hahaha
#gimbal
ndesoo rak tau update
regsa
Juli 1, 2008 at 11:01 pm
maksudnya begitu mas…
hanggadamai
Juli 1, 2008 at 11:17 pm
owalah…
kirain mas banting setir jd tukang khitanan skrg??!
t’nyata cm cerita ttg ponakan-a toh..
dEEt
Juli 2, 2008 at 6:59 pm
tanpa skrinsyut, semua adalah hoax…
niez-nya adit
Juli 2, 2008 at 8:36 pm
jangan2 kau berniat jadi tukang potong itu yah??
*perban kepalanya regsa*
almascatie
Juli 3, 2008 at 3:54 pm
Karena khitan jaman sekarang sudah pake laser dan nggak sakit, mungkin ada yang mau khitan 2x nih?
Edi Psw
Juli 3, 2008 at 9:59 pm
selamat makan kulit burungnya….
Sir Arthur Moerz
Juli 3, 2008 at 10:56 pm
sampeyan sunat durung Ger…….?
liexs
Juli 5, 2008 at 12:34 am
Itu kulit dikumpulkan bisa dibuat krupuk rambak
juliach
Juli 7, 2008 at 1:48 am
#hangga
saya tahu kok boss
#deet
waah banting setir jadi tukang khitan.. saya ndak tegaan Det
#nies
pengen liat skrinsutnya… tunggu aja, dijamin girap-girap kowe nis
#almas
mau tak potong lagi punyamu ?!
#Edy pak
iya pak, ndak pake bengkak lagi . Saya ndak lah pak.. kapook, ini aja udah ngantengnya rak umum
#moerz
huwekk..
#lieks
pengen bukti ??
#juliach
dibikin rambak ? sampeyan dah pernah makan po ?? hih
regsa
Juli 8, 2008 at 10:09 pm