Maling

Satu demi satu pejabat ditangkapi karena telah melakukan penyelewengan kekuasaan . Entah itu karena menerima suap atopun memelintir dana demi kepentingan pribadi ato golongan . Dari eksekutif,legislatif ampe penegak hukum (yang semestinya mbikin kapok koruptor) telah terkotori oleh virus ini .

Lalu apa yang menyebabkan orang-orang semprul itu melakukan tindakan yang hina dina ini . Adanya nafsu keserakahan, gaya hidup yang tinggi ato keinginan untuk hidup bermewah ria . Perpaduan yang ciamik dari beberapa hal tersebut akan menimbulkan energi yang berlebihan untuk memutar otak, gimana cara mengeruk uang dengan mudah yang bersenjatakan kekuasan yang dimilikinya . Dengan kekuasaan apapun mudah untuk didapatkan, tanpa dimintapun amplop manis selalu menggoda di balik tumpukan map-map .

Tindak pidana korupsi kayaknya juga sudah membudaya, dari era ke era saling lilit melilit . Sehingga sulit untuk diputuskan mata rantainya, laa gimana kadang yang bertugas sebagai pemutus rantai ikut terjerembab dalam permainan kotor ini . Rasanya para pelaku ini sudah maen terang-terangan dalam memainkan permainan kotor ini, rasa malu udah terkikis habis digantikan sifat peduli setan yang penting terlaksana segala niatnya .

Gimana membikin para koruptor ini agar jera dan membuat takut orang untuk takut melakukan penyelewengan kekuasaan ? Tentunya dengan memberi hukuman yang seberat-beratnya. Libas semua yang dicurigai melakukan tindakan ini, tanpa pandang bulu maupun ewuh pekewuh .Dan setelah dihukum tempatkan mereka seperti terpidana laen jangan dibeda-bedakan .

Eh iya sekedar ngingetin korupsi itu sama dengan maling, copet dan bandit jadi jangan bangga ngelakuinnya .

>>>picnya dari sini

15 Tanggapan ke “Maling”


  1. 1 Jiban Agustus 25, 2008 pukul 10:35 pm

    pertamaaxx!!

    habisin aja maling-maling kek gitu…

  2. 3 Silo Agustus 26, 2008 pukul 1:29 am

    Lha wong yang di dhapuk jadi pejabat ataupun pimpinan bukan dari kalangan yang kompeten tetapi karena popularitas dan harta ya jadinya kayak gini ini negri kita.
    Sekarang lagi banyak selebritis yang sebenernya ndak perlu nyalon jadi pada ikut-ikutan mumpung ada tawaran… hiks

  3. 4 andif Agustus 26, 2008 pukul 5:27 am

    emang lah mereka ini, gmn mereka mempertanggungjawabkan di dunia dan di akherat ya?? ampunn gusti……..

  4. 5 Tigis Agustus 26, 2008 pukul 5:57 am

    kalo yg korupsi bapak2x hajar aja. Tp kalo yg korupsi artis cantik ya mbok tak kawini saja… :mrgreen:

  5. 6 edy Agustus 26, 2008 pukul 7:42 am

    ribet, udah kebanyakan nyangkut sana-sini
    mangkanya saling jaga posisi…

  6. 7 sayur asem Agustus 26, 2008 pukul 12:25 pm

    lha kamu ikut ndaftar untuk jadi calon koruptor periode 2009 – 2014 ga, kayaknya dah tutup ya, tinggal verifikasi [bisa diajak kompromi ato ga],
    eh dapet nomor urut brapa Sa?

  7. 8 aha Agustus 26, 2008 pukul 10:59 pm

    klo mbahas koruptor kynya kg habis2..kadang ampe pusing ndiri..

  8. 9 mpokb Agustus 27, 2008 pukul 8:18 am

    Hukumannya terlalu enak, sa. disuruh tidur malas2an dikasi makan. Mestinya kerja paksa saja :p

  9. 10 hanggadamai Agustus 27, 2008 pukul 2:21 pm

    waduh gaswat ya mas klo budaya korupsi yang marak, bukankah budaya ngeblog jauh lebih baik sekali..

  10. 11 kechenk Agustus 27, 2008 pukul 10:17 pm

    bagusnya di hukum selamanya dalam sebuah ruangan yang ada kolam tinjanya jangan disiksak jangan dipalakin atau di so***i dikasih makan teratur ngrokok teratur..tapi….eng ing eng tiap jam 12malam suruh berendamdikolam tinja selama ini udah makan uang rakyat biar sekarang makan kotoran rakyat kan impas

  11. 12 franciska dyah Agustus 27, 2008 pukul 11:01 pm

    cape deh.. ngomongin `beliau-beliau` ini… huh! yah, semoga lekas insap aja dah :grin:

  12. 14 stey September 14, 2008 pukul 7:21 pm

    saya takut ma gambarnya..*lari*

    ————————–
    hehehe..cantik ya gambarnya ..laik


  1. 1 Ordinaryone back??? « Just Ordinary One Lacak balik pada September 1, 2008 pukul 12:07 pm

Tinggalkan Balasan