Arsip untuk April, 2009

Top Speed

Saya bukanlah orang yang hobby kebut-kebutan dijalanan . Selain karena takut mati konyol juga ngak tega mencelakakan pengguna jalan lain jika dalam berkendara saya srudak-sruduk tanpa sopan-santun yang nyata-nyata jalan itu bukan milik mbah buyutku .

dsc00708

Sejak kubeli setahun yang lalu (tapi kreditnya masih 6 bulan lagi), belon pernah sekalipun saya menggeber gas ampe mentok jadi saya ndak tahu sebenarnya berapa top speed dari motor saya . Karena itu tiap ada orang nanya berapa kecepatan maksimal “Si Ireng” jawabannyapun beragam, kadang kujawab 140 km/jam atau 150 km/jam . Komentar juga bermacam-macam, ada yang bilang motor 200 cc kok cuman lari segitu, waahh kecang juga ya . Dan komentar yang paling membanggakan adalah “Jago juga ya ngebut pake motor ?” . “Ah..biasa aja, maklum mas dulu saya sering ikut balapan, jawab saya dengan congkaknya . He..hehe padahal dulu cuman ikutan balap karung bila 17an itupun kalah mulu :mrgreen:

Tapi sore sepulang kerja tadi nasib mengantarkan saya untuk merasakan gimana sensasinya ngebut dijalanan bak Ali Topan . Saya bener-bener membetot grip gas ampe mentok..tok, rasanya ngeri-ngeri sedap.Suara knalpot menggelegar, mesin bergetar ampe pangkal paha, wiii geli . Tapi saya agak kecewa ternyata kecepatan maksimal “Si Ireng” cuman 115 km/jam,  jarum dispidometer ngak mau beranjak naik lagi .

Alasan sebenarnya kenapa ngebut tadi bukanlah ikut-ikutan gaya pembalap GP atau rasa penasaran terhadap top speed dari motor saya atau sudah pengen cari mati . Tapi sore tadi saya harus cepat-cepat sampai dirumah ada satu hajat besar yang harus segera dilaksanakan . Sumpah saya lagi KEBELET .

Mungkin tulisan ini bisa dijadikan inspirasi bagi pembalap Indonesia agar bisa berkibar didunia international, selain macari artis tentunya . Dengan ditunjang dengan kerja keras dalam berlatih juga dibiasakan untuk melatih dirinya agar KEBELET setelah bendera start dikibarkan .

Reparasi Tabok

utek1

Reparasi atau service adalah suatu proses memperbaiki barang yang rusak menjadi berfungsi kembali . Seyogyanya dilakukan orang yang ahli, dengan keahliannya dia mampu mendeteksi bagian mana yang rusak dan yang musti diganti. Kadang hanya dengan melihat gejala atau tanda-tanda dia udah tahu alat mana yang perlu diperbaiki .

Lalu apa yang dimaksud dengan “Reparasi Tabok”, beda dengan penjabaran diatas, kalo yang ini proses reparasi yang dilakukan orang yang bukan ahlinya . Modalnya ; sedikit rasa sok tahu dipadu dengan sikap keminter ditambah secuil rasa penasaran . Secara pisik kurang lebih sama dengan yang ahli, keringat kadang juga keluar, ditengah perbaikan juga pakai termenung seakan berpikir keras mencari sebab kerusakan . Dari segi alat “Reparasi Tabok” ini menganut falsafah tidak ada rotan akarpun jadi . Obeng tidak tersedia pisau atau gunting bukan menjadi persoalan yang penting bisa difungsikan sama, dolnya sekrup dan cuilnya cover bukan bencana besar yang penting barang bisa terbuka.

Yang mengasyikkan adalah proses perbaikannya, pokoknya semua bagian dianggap rusak olehnya.Dimulai dengan sedikit pembersihan dari debu maupun kotoran, setelah itu melakukan perabaan pada setiap komponen,pada proses ini sering didapati memakai variasi tekan sana-sini dan colok-buka..buka-colok . Setelah dirasa cukup maka dia akan terdiam sejenak, merokok, minum teh dan garuk-garuk kepala . Beberapa menit kemudian maka unit yang rusak akan dihidupkan . Ditahapan ini persentase kegagalannya adalah 99%. Lanjutkan membaca ‘Reparasi Tabok’

Waktu Ngopi

Suasana waktu rehat ngopi sore kali ini lain . Yang biasanya kita isi dengan canda tawa atau ngangguin Narti penjaga kantin tapi disore ini kita ngobrolin tentang hasil pemilu yang baru kelar 2 hari yang lampau . Serius lengkap dengan dahi yang mengkerut seperti pengamat politik yang sering nongol ditelevisi .

Berbuih saat mengeluarkan pendapat, ludahnya menyemprot-nyemprot saat saling adu argumentasi . Saling menerka dan mengkalkulasi langkah-langkah apa yang akan diambil para elit partai nanti,panas diskusinya sepanas kopi yang dibikin Narti.

Ini bener-bener serius karena kulihat tak ada yang ketawa dari tadi . Ada yang tangannya ikut menari-nari seiring dengan mulutnya yang terus berbicara. Ada yang menunjuk-nunjuk ada juga yang menggeleng-ngelengkan kepalanya tanda tidak setuju atau kurang tahu,yang ini saya ngak begitu ngerti. Yang pasti obrolan mereka mirip para tokoh yang berdasi .

Halaah..ti..Narti jangan cemberut gitu, ini cuman siklus 5 tahunan, tenang aja nanti seminggu atau dua minggu lagi mereka akan kembali menggodamu lagi.


regsa.wordpress.com

Domblang-domblongnya bocah hitam, dekil dalam melihat hingar bingarnya dunia yang dituangkan dalam bentuk tulisan kecil eh pendek .

Pandemen Reggae Indonesia

Ngumpul ngumpul

Batam Blogger community