Kegembiran, kebahagian dan kelegaan tersirat dari suara adik saya tadi siang.Walo terganggu suara kemresek dari speaker handphone yang megap-megap termakan usia, saya masih dapat menangkap membuncahnya semua rasa yang tidak tersampaikan hanya lewat kata-kata . “Lego.. mak plong, ibaratnya seperti orang yang kebelet yang bisa menemukan toilet untuk melampiaskan kebelatannya.” Ucapnya dengan imbuhan ketawa. Iya.. kita semua ikutan lega siRagil akhirnya lulus kuliah juga. Dengan begitu desas-desus tentang DO hanya kabar angin belaka
Setelah tujuh tahun dan setelah akhir-akhir ini didera pertanyaan kapan dan kapan dari orang-orang sekitar, akhirnya siRagil dapat membuktikan bahwa ia mampu menyelesaikan kewajibannya untuk menyelesaikan kuliahnya . Walo ndak ada pesta nanggap ndangdutan untuk merayakan kelulusannya tentu keluarga saya sedang berkumpul sekarang . Bisa saya bayangkan dari sini, Bapak sedang menyemir sepatu dan menyikat gigi palsu biar semua bisa mengkilat, semingkilat hatinya yang diliputi rasa gembira karena bisa melihat anaknya pakai toga . Lalu simbok saya, walopun udah tua namanya juga wanita, tentu sedang sibuk mengaduk-ngaduk isi lemari memilih kebaya mana yang akan dikenakan , memadu-padankan warna yang cocok dan serasi dan pas untuk phota-photo besok pagi . Lanjutkan membaca ‘Wisuda’


Domblang-domblongnya bocah hitam, dekil dalam melihat hingar bingarnya dunia yang dituangkan dalam bentuk tulisan kecil eh pendek .

Uphuk-an Kawan