MBOK, AJARI AKU MENJADI WANITA SUNGGUHAN [SEBUAH CERITA]

Simbok membaca sajak dimata bapak

Simbok memahat relief cinta dihati bapak

Simbok macak diketiak bapak

Simbok tak merasa diinjak bapak

Simbok sabar tak pernah berang

Mbok, ajari aku jadi wanita sungguhan

Manut nurut suami

Ajari aku mbok

*By Linda Madyo*

”Tiap pagi jangan lupa seduh kopi, siapkan sarapan, baju dinas sudah siap tersedia, cium tangannya saat keluar rumah nyari rejeki dan bilang dijalan hati-hati”.Nasihat yang terus mengalir tanpa henti, pengingat agar tak alpa .

”Kasih sayang itu mulia nduk , membuat hati adem ayem, suamipun kesengsem . Cemburu lumrah, tapi yo bisa bikin huru hara, nanti seperti itu dibatin saja, diolah sedemikian rupa, pegang prinsip saling percaya, dengarkan baik-baik kalo suami sedang bicara, bercerita, mengeluh, mengaduh jangan mencoba menyela karena laki-laki itu biasa rewelan.” Nasihat yang terus mengalir, seperti jernih air yang belum sampai muara.

“Mbok saya ini ndak cinta,ini keterpaksaan mbok, saya ndak mau nikah dengan dia.” Tangisku pecah sudah .

“Ssstt…sudah, ndak becik ngomong seperti itu. Cinta lahir karena keterbiasaan, cinta bersembunyi disudut sempit hati, diujung lorong gelap jiwa, nylempit nduk . Semua manusia di bumi mempunyai cinta, hanya saja mereka tak sadar akan keberadaannya, bahkan malas untuk memelihara, jodoh datang tak boleh ditolak, jangan bilang didiri kalo ndak cinta.Tapi bilang didiri kamu..Iya ..saya cinta..saya cinta..saya dicintai, saya belajar mencintai. Nanti lama kelamaan munculah rasa itu, rasa membutuhkan, rasa takut kehilangan dan ratusan rasa lain yang timbul tenggelam .”

Nasehat terus mengiang, menendang, pengingat supaya tak lupa .

“Pasrah bukan berarti kalah nduk, tapi ngalah, asor, tekuk lutut sama suami itu bukan takut, ngabdi dan membaktikan diri, seperti rel dan kereta api, kamu relnya suami adalah sepurnya . Ciptakan kebahagiaan dari rumah, tersenyum itu kuncinya, jangan muka masam kalo suami datang, jangan sering numpahin airmata dilengan baju suami, ndak bagus . Pukulan ato tamparan suami terkadang mengajarkan pada kesalahan,jangan dibalas kualat nanti, dielus hatinya, tamparan kadang mungkin mengembalikan mulut kita yang kebablasan ndak hormat, dinasihati satu kata kok dibalas nyeriwis satu lori, pantaslah jika suami murka, kesel terus nampar . Suami tak akan molo kalo kamu tak akan buat prahara, suami tak akan miloro kalo kamu bloko suto .” Nasihat tak putus-putus makin panjang .

“Masalahnya mbok saya ndak cinta, wis tho mbok aku bosen, ini bukan jamane Situ Nurbaya lagi, katanya Mbak Sri sebelah rumah saiki dah jaman canggih, wong Mbak Sri sudah pinter ngobrol dengan pacarnya yang di Jakarta kayak adep-adepan langsung, kayak nonton Tipi mbok.” Aku kepingin cari duit dulu yang banyak, nyenengke simbok dulu terus nikah, tentu saja dengan pilihan yang aku senengi.”

“Walah percoyolah nduk cinta akan tumbuh kalo kamu sering bersama-sama, tresno jalaran dari kebiasaan, jodoh datang ngak boleh kamu tolak, diterima sebagai anugrah, dihampiri, dirawat, dipupuk biar tumbuh berkembang nanti kamu puas dengan hasilnya..percaya simbok.”

Aku terus memandangi langit-langit rumah, sambil berharap simbok berhenti berpantun, haruskah simbok terus menjadi orang naif, simbok terlalu banyak menasihati, tapi diri simbok sendiri dibiarkan terlantar .

“Simbok terlalu menuntut orang orang sadar, padahal harapan simbok buyar. Manut, nurut macam apa ???? Simbok sebenernya pengecut.”Ucapku untuk menyudahi nasehat simbok .

Nduk…simbok ndak akan marah akan ucapanmu, simbok sadar, simbok tahu diri, semua itu simbok lakukan semata-mata karena tugas istri yang sesungguhnya, simbok iklhas, sangat iklhas menjadi istri bapakmu, istri harus menerima kekurangan dan kelebihan suami dari sudut manapun . Simbok tidak saja menikahi bapakmu tapi simbok mengawini semua kelUarga besar bapakmu, harus hormat, harus toleran kepada mereka semua .” Nasehat agak tercekat hampir sekarat .

“Simbok belum ngasih tahu beberapa banyak hal kepadamu nduk, tapi kamu akan tahu sendiri seiring berjalannya kehidupan itu sendiri, simbok kepingin banget punya cucu nduk. ..”

“Simbok ngaku bahagia padahal hati simbok keronto-ronto . simbok kelihatan kokoh tapi kenapa selalu menangis diam-diam, simbok pernah mau bunuh diri, simbok bener-bener dibawah telapak kaki bapak, dan simbok tak berdaya, ini bukan pengabdian ini penganiayaan mbok..” tangisku mulai menyasaki kerongkongan.

“Husss.. sembrono , kamu ngak boleh ngomongin bapakmu jahat, dipotong malaikat lidahmu nanti, simbok ini hanya ingin menjadi istri yang baik untuk bapakmu, simbok ndak ingin minta perhargaan nduk, simbok punya harapan anak-anak simbok lebih baik dari simbok, cinta itu penuh pengorbanan nduk, cinta membiarkan kesakitan-kesakitan, cinta membiarkan kesakitan-kesakitan dirajam, cinta merelakan apapun dilakukan demi untuk orang yang dicintai . Simbok tidak pernah sekalipun memandang cela Bapakmu, simbok selalu berpikir positip, simbok memandang jernih segala kesalahan yang dilakukan bapakmu, merendahkan harga diri serta amarah hati sedatar telapak kaki .”

Nasihat mengalir lembut, mengusap gagu pikiranku, merontokkan keangkuhanku, aku menjadi kasihan dengan simbokku .

“Nduk, nikah itu bukan maen-maen, siji salawase . Persiapkan dirimu dengan niat teguh, Bismillah, niat ingsun yoo..nduk ..”

Nasehat terhenti, tapi sementara kulihat mata simbok sendu tertahan sesuatu, hatinya seperti gundah gulana, tapi nasehatnya tak mati menyerah, sejenak istirahat, tapi selalu muncul kembali dan terus mengalir yaa terus mengalir akhirnya sampai kemuara..pengingat kita tak lupa dan tak kan alpa

GEDUBRAAAK… Tiba-tiba pintu terbuka..Bapak..?? Wajah bapak merah terluka, kali ini simbok tidak buru-buru mengambil air hangat untuk mengusap bau alkohol yang menyengat . Simbokpun tak segera melepas baju bapak seperti yang biasa aku lihat. Simbok hanya memandangi wajah Bapakku yang berjalan lemah kearah pangkuan simbok . Sungguh bapak terkulai pasrah menyerah kalah .

“Maafkan dan ampuni aku selama ini .” Suara berat parau bapakku ditengah keheningan kami . Lalu simbok seperti biasa mendekap kepala bapak dipangkuannya . Simbokku tersenyum, menengadah seperti ingin meraih langit, airmata yang menetes itu cucurkan kekuatannya .

Sungguh inikah nasehat simbok yang belum usai ??

——————–THE END/TAMAT/CUNTHEL————————

PS ..Lin cerpenmu[aku nemu no tumpukan koran] tak bajak posting. honore nyusul pulsa mentari 25 ewu kakaka

27 thoughts on “MBOK, AJARI AKU MENJADI WANITA SUNGGUHAN [SEBUAH CERITA]

  1. #Gimbal
    Halah…Bola satu kok direbutin 22 orang..wakakaka

    #Almas
    Apanya ?…Simbok yg seperti itu mungkin masih ada korban dari laki2 yang anti ato ngak tau emansipasi wanita . yg menempatkan wanita hanya sebatas nyuci, dapur dan kasur .
    Untuk anaknya simbok saat ini juga masih dapat kita temui mungkin korban dari ego ortu .

    But postingan diatas cuman cerita ngoyo woro/ fiksi . banyak heperbolisnya..🙂

    #Fetro
    Sebagai perenungan kita yang laki2 dan yang sudah beristri, walaupun istri nampaknya semanut/ mengabdi kayak apapun kepada suami , istri ternyata juga punya hati dan airmata pasti .

    #Jendral Bayut
    Silahkan nDAn ….tapi bagusnya untuk diceritakan kepada para laki2/suami .
    Pujiannya akan saya sampaiken ke penulisnya, wong yg nulis bukan saya .🙂

    #Uwiuw
    Hapus dulu airmatanya sebelon koment
    *sodorin tisu*

    #May
    mBang..eh may..sst untuk kita2 aja !
    Talentnya turunan dari mase…wakaka

  2. #Lieks
    Sorry mas, ngak bermaksud nyindir lho……
    Tapi emang masih ada sebagian priyayi Jawa yang masih belon menganggap istri ato wanita sejajar dengan laki .
    Mosok lho…preman kok nangis

    Sayapun sama I Lup my Simbok ….🙂

  3. preman juga masih punya hati nurani to mas?
    Kejahatan, dan kebusukan manusia hanyalah karena nafsu belaka, sedangkan di dalam hati nuraninya yang paling dalam merupakan kebenaran dan kejujuran yang hakiki.
    Maaf diterima, karena tidak ada yang merasa tersindir.
    (tumben aku banyak maaf…apa karena ini bulan puasa yach)

  4. #Eko Super
    Halah kemayu..🙂

    #Baliazura
    Seolah-olah di Solo dan seakan makan nasi timlo….

    Cinta lahir karena keterbiasaan … dengan kata lain ”witing tresno jalaran ra ono sing liyo” (Cinta datang karena ngak ada yang laen) wakakaka

  5. Aku nggak berharap ini kisah nyata…
    Berharap ini cerita dan hanya cerita…
    Siapapun yang nulis ini, berharap cuman karangan ajah…
    Kalo memang nyata…
    Semoga siapapun dia….
    aku pengen menyalaminya….

    Mas…iki ceritane kok sediy tenan yo…loro atiku…

  6. # Mbak Dewi…
    Kemungkinan itu masih ada, seorang istri yang dipaksa untuk Harap maklum, dan juga dipaksa untuk bilang “iklhas” .

    Tapi lagi2 cerita itu banyak hiperbolisnya, buah dari imajinasi liar pengarangnya yang kebetulan adik saya ..🙂

    Jangan nangis mbak *Sodorin lap Kanebo*

  7. Ping-balik: Ngaya [ kemaki ] Dengan Teknologi « uphak-uphuk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s