Orang Gila

Diperempatan jalan depan rumah, seorang bapak tua nampak berbaring didekat tong sampah yang berhamburan isinya karena saking penuhnya . berbantalkan karung usang yang tak kuketahui pasti isinya . Dari ciri-ciri phisiknya, saya yakin orang tua itu gila, tubuhnya menghitam penuh daki mungkin karena bertahun-tahun tak pernah mandi, rambut menggumpal, pakaian sekenanya compang-camping lagi kumal . dan lagi mulutnya tak berhenti menceracau tak karuan, kadang terkekeh menampakkan sederet gigi yang menghitam seperti fosil . Bapak tua ini sedang menikmati indahnya udara sore yang penuh debu dan pekat asap kendaraan .

Aku tatap keberadaan orang tua itu agak jauh, tetapi semakin lama aku menatap tubuhnya dan gerak bibirnya, aku seakan terhipnotis untuk mendekatinya, kakiku seperti dengan sendirinya melangkah menghampirinya . Ya…saya sekarang saya betul-betul berada didekatnya sekarang, saya ingin bercakap dengannya, kepengin tahu tentang dunianya, kepengin tahu apa yang diucapkannya, juga pengin tahu apa yang ada dibenak juga pikiran orang tua yang kuanggap gila sore kali ini .

Semakin jelas terdengar ditelinga saya kata-kata bapak tua itu .

”Sirna, musnah, waktu telah datang, ketika melebur dan saatnya untuk hancur.” berungkali bapak itu menyebut kalimat yang sama seperti sedang membaca mantra .

”Apa yang akan sirna, apa yang akan hancur?” tanyaku .

”Saat Bumi sudah semakin renta, saat gunung-gunung menampakkan kemarahannya, saat hutan-hutan telah menjadi kota, saat sungai kehilangan ikannya, saat laut berubah jadi daratan.” ucapnya . Saya tak tahu pasti apakah itu jawaban dari pertanyaan saya .

”Saat apa yang sampeyan maksudkan?” tanya saya semakin bingung .

”Saat harta dapat membeli wibawa, saat harta dapat membeli gelar kebangsawanan, saat harta dapat membeli pangkat kedudukan, saat harta semakin diperTuhankan…ooooo jagat..titi mongsomo…” Ucapnya mengeras menarik perhatian orang yang lalu lalang .

”Jangan membuat saya semakin bingung,bisa dijelaskan makna dari kata-kata itu ?” Tanya saya

Matahari tertutup mendung, agak teduh cuaca sore ini .

Hua…huaaa..haaa..Tawa kerasnya membuat saya kaget.

”Kata-kata tak lagi bermakna, dalil-dalil dipelesetkan sedemikian rupa, agama diperdebatkan menjadi yang terbenar, agama jadi ajang pembenaran untuk melakukan tindakan yang jauh dari makna agama, agama cuma dianggap sebatas slogan-slogan kosong..waktu telah tiba…duhhhh..Dewa Bathara..” Ucapanya dengan kepala dibenamkan ketanah tanpa memandang langit yang lagi mendung sore ini .

Banyak pertanyaan dikepalaku, tapi aku tidak dapat mencari kata-kata apa yang bisa dijadikan pertanyaan .

”Cinta dibinasakan, kekerabatan dihancurkan, tali kasih diluluh lantakkan, kedamaian caruut mawut, perang sudah termulaikan..Gegering mongso.. dunia..kolo-kolo sambikolo.”

”Pak tua ajari aku untuk tahu tentang ketidaktahuanku tentang apa-apa yang kau ucap.”

”Ucap tak terucap hanya terbatin dihati, ketentramaning jiwa musnah, rasa aman raga tak lagi terjaga, saling membunuh tak lagi merasa dosa, saling aniaya hal yang biasa..sangkakala sudah lamat terdengar..kan datang masa itu.”

”Dasar orang gila, ucapmu sama sekali tak kumengerti.” emosiku sudah mulai naik .

Orang tua didepanku pelan beranjak dari rebahnya, bersamaan gemerincing suara kaleng yang terkalung dilehernya .

”Anak muda, kamu ngak tahu tentang apapun dan juga ngak perlu tahu tentang apapun . Masa itu misteri anak muda, dan otak mudamu belum kuat bila saya beri tahu tentang misteri itu” tak nampak lagi ucapan dari seorang gila dari kata-kata yang barusan kudengar . Kalimat itu meresap ke dalam hatiku, mataku tak lagi mampu memandang sosok tua didepanku lagi .

”Lalu kenapa kamu seakan tahu, kamu bukan manusiakah, kamu malaikat, setan atau eblis?” Kuberanikan diri untuk menyanggah segala ucapnya .

”Sayapun ngak mengetahuinya, tapi saya dapat merasakan tanda-tandanya . Anak muda kamu seakan ngak peduli dengan semuanya itu . Hatimu masih banyak diliputi emosi, nafsu keduniawianmu masih menjejali otakmu, juga berjuta penyakit hati masih menguasaimu . Dan bila hatimu masih mempunyai sifat-sifat itu kamu ngak bakal menyingkap segala arti dari segala tanda dan segala misteri itu .”

”Ahh.Orang sucikah kamu, nabikah kamu, muak aku mendengar kata-katamu?” tanyaku sinis, seperti biasanya kalo aku mendengar orang mengotbahiku .

Orang tua didepanku ngak mengeluarkan sepatah katapun tapi dari kedua matanya nampak air bening mengalir terus mengalir membasahi kedua hitam pipinya . Lalu bibirnya komat-kamit seakan membaca tasbih, dengan setengah terisak kedua kepalanya bergoyang ritmis seirama tarikan nafasnya .

Pada hitungan kesepuluh aku terbawa suasana ritual bapak tua itu, aku mulai bersila didepannya, mataku terpejam, kuatur tarikan nafasku, kuheningkan cipta rasaku, kulupakan orang-orang sekeliling yang memandang heran terhadapku . Dalam konsentrasiku lirih terdengar ucap kata-kata bapak tua . dan akupun ikut mengucapkannya .

Bawono tan biso langgeng, manungso tan biso selak, mahaspati wis tekan titi wanci . Titi mongso wayahing goro-goro”

Berulang dan berulang dalam pelan, dalam hening pikiran kalimat-kalimat itu terus kuucap . Lama kelamaan mataku jadi pekat . Bumi sekelilingku seakan berputar . Aku beranjak dengan masih terus mengucap kata-kata itu . Kubuka kedua mataku, kaki melangkah, melintasi berpuluh-puluh orang yang ketawa sendiri, berbicara sendiri, menangis, berteriak .Berpuluh, beratus orang, begitu banyak keanehan dari orang yang berpapasan denganku .

Sekarang , kali ini, disore hari yang tertutup mendung, aku merasakan hidup dengan begitu banyak orang gila disekelilingku dan cuma ada dua orang waras, aku dan bapak tua yang masih bersila didekat tong sampah .

22 thoughts on “Orang Gila

  1. Amenangi jaman edan, ewuh aya ing pambudi, milu edan nora tahan
    Yen tan milu anglakoni, boya kaduman melik, kaliren wekasanipun
    Ndilalah karsa Allah, begja-begjane kang lali, luwih begja kang eling lawan waspada

    lak nggih makaten pak dhalang ?

  2. #K
    Betuk de, aku teriflunce beliaunya . Dan bahasa jawanya juga kuambil dari syair2nya .

    #Syafriadi
    ngak pengen gabung, biar bertiga..🙂

    #Sayur sangit
    injeh, leres kados makaten kakang adipati .
    Betul yur. Dan setahu saya juga orang yang telah klik dengan tulisan orgil adalah orang yang*** pula, hmmmmm

    *muuadar ra kowe..*kakakaka

    #Caplang
    Itulah susahnya mas, susah mencari sisinya lahh wong halaman utama semua .

    # May
    Nah gityu akur..lak manis
    kebetulan orgilnya belom bugil..halah

    #Gimbal
    Kebetulan juga ada dokter bilang orang yang kabur itu berlagak seperti penjenguk pasien.. wakakaka

    #Berita dalam kancoet
    lagi pengen aneh aja mas..

  3. # almas.. (mana kijang bakarnya..?)
    Nyang gila beratus-ratus orang disekeliling saya dan yang waras saya dan bapak tua yang bersila di dekat tong sampah .
    Saya sedang menikmati gelombang arus itu mas..🙂
    Nyang tulisan tebal sebenarnya cuma rangkaian kata-kata agar membentuk kesesuaian kalimat, tapi kurang lebih artinya begini : Dunia ngak akan abadi, manusia ngak akan bisa berlari darinya, kematian sudah mencapai waktunya . Kekacauan telah datang waktunya .

    hehehe…tenang wae..cuman imajinasi kakus …

  4. melihat realitas dunia bisa membuat orang sakit jiwa, apalagi setiap orang punya sisi-sisi “kegilaan”. konon obatnya adalah cerita, baca dan tulis. maka, teruslah ngeblog untuk menjernihkan jiwa dan pikiran😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s