Musik

musik.gif Bunyi-bunyian yang membentuk irama dan dianggap enak bagi pendengarnya kurang lebih begitu definisi tentang musik . Dianggap enak disitu mempunyai arti relatip tentunya . Enak bagi saya tentu belom berarti enak menurut anda . Nyamleng bagi saya kadang malah bikin puyeng anda .

Tapi rasanya ndak penting untuk mengetahui definisi musik kalo hanya untuk menikmatinya . Bukankah kita mendengarkan musik untuk membuat rileks pikiran kita . Musik dibutuhkan untuk menyegarkan kembali otak yang sudah mulai bluret, kadang juga untuk membikin greng semangat yang loyo . Untuk membangkitkan kenangan dengan seseorang ato beribu orang . Teramat banyak nanti kalo sebutkan satu persatu . Kalo saya sendiri mendengarkan musik adalah terapi, terapi untuk melupakan hutang-hutang saya, melupakan kertas pegadaian di dompet dan untuk melupakan wajah mecotot juragan saya😆

Bahasa musik juga universal dalam arti bahasanya gampang dimengerti oleh pendengarnya . Ndak peduli syair dalam bahasa engres, soviet, arab, batak, jawa, aceh, dsb-dsb, bahasa-bahasa itu dapat melebur menjadi bahasa antar negara, suku maupun budaya . Bahasa yang gampang dipahami dan dihapal, sampeyan tentunya lebih hapal syair dari penyanyi idola sampeyan daripada UUD 1945 bukan ?

Lalu ada anggapan bahwa jenis ato genre musik mempunyai pendengar dari kalangan-kalangan tertentu . Sebagai contoh Musik Jazz dan musik Klasik hanya untuk kalangan mapan dan berdasi .Dangdut untuk kalangan bawah yang terpinggirkan . Rock,punk, trash untuk berandalan jarang mandi . R&B, trance hanya untuk orang yang suka ajep-ajep di cafe ato diskotik . Reggae untuk penikmat daun lima jari . Apakah anggapan itu benar ? Saya kira ndak benar sama sekali karena musik ndak kenal kasta, starta maupun status sosial. Silahkan aja memilih musik apa yang kita sukai, ndak tabu, ndak ada yang ngelarang apalagi dipenjara .Suka-suka aja lha wong kuping-kuping kita sendiri.

Gimana menurutmu mBal, bagaimana kalo malam ini kita ndangdutan saja ?

—————-
Now playing: Rihanna – Please Don’t Stop the Music
via FoxyTunes

14 thoughts on “Musik

  1. Lahhh..kalo musik genre ‘klenongan jowo yang di re-mix trance’ tu termasuk tipikal orang yang gimana ya ? lagu kelinci ucul plus tiesto = ???

  2. huhuhuh
    ikutan ger,

    tapi kanapa setiap denger kata dangdut yang kebayang di kepala saya pertama kali sexy yah?
    huhuhuhuhu

    pernah nonton konser dangdut sekali. konsernya di lapangan terbuka. tanah dan pasir ngebul kemana-mana tapi orang-orang tetap cuek giyang kesana kemari dengan santainya, tak peduli ama debu dan pasir yang bertebangan. huhuhu seru juga.

  3. iya musik emang maknyus,,hehe,,musik itu bisa membantu men clear kan otak saya yang kadang2 terasa penuh dan rasanya sesak,denger musik kesukaan saya bener2 bisa bikin hati gembira,,hehe

  4. #adit
    musik apa saja .
    tiap hari mojok, apa ndak keplenet🙂

    #hangadamai
    njoget bareng yo ?

    #geblek
    mendem opo ? AO po ciu mbekonang:mrgreen:

    #bapake tamara
    klenengen plus tiesto : tipikal musik bagi orang kekurangan bendwith😆
    sesuk ngarap lagune manthous yo ?

    #stey
    baiklah

    #aprikot
    hayoo kapan-kapan ya..

    #bedh
    selalu terbayang sexy bila mendengar kata dangdut ? itu sebagai cobaan bedh

    #erick
    emang bener ya anggapan itu rick ?

    #ika
    kalo udah gembira mari kita tertawa

    #tigis
    semua jenis musik kulahap git

    #gimbal
    mpok Jamilah ? Yang punya anak semlohai itu ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s