Romantis

Suatu senja di halaman rumah, duduk berdua di kursi kayu yang kakinya panjang sebelah .

+) Ruum.. disore ini wajahmu tampak begitu mempesona, semburat bagaikan mentari yang malu-malu terbit dibalik bukit .

-) Halah.. emang mas pernah ngliat terbitnya matahari, wong bangun aja hari sudah siang . Ngilani kata-katamu itu, habis minum wisky campur apotas po ?

Itu potongan percakapan saya dengan rum, untuk percakapan selanjutnya tidak pantas saya tuliskan disini karena sangat beraroma kebun binatang.

Sore itu sebenarnya kepengin sok-sokan romantis yang kayak ditipi-tipi itu, tapi kok ditanggapin lain . Apakah kalimat yang kuucap kurang membuat hati wanita mencelat, membumbung keawan . Padahal kata-kata itu kukarang dengan segenap jiwa, rasa dan karsa. Ato mungkin wanita yang duduk disamping saya sudah kehilangan rasa keromantisannya ? Lagi-lagi saya ndak mendapat jawaban selain berubahnya raut muka dari yang bagai mentari pagi menjadi seperti bulan yang sedang dicaplok Bethara Kala, besengut dan bibir meruncing dengan tiada tara .๐Ÿ˜†

Tapi mungkin betul juga sikap si Rum, romantis baginya ndak sekedar rangkaian kalimat yang indah berkelap-kelip yang hanya dilakukan pada saat-saat tertentu. Tapi dia menginginkan keromantisan yang berwujud tindakan yang menunjukan betapa saya mencintainya, perhatian yang tulus dan rasa kasih untuk saling berbagi dan juga menghargai yang terus menerus dilakukan tak peduli waktu, musim maupun bulan . Dia merasa mual mungkin bila saya sok-sokan jadi kayak satria bergitar berkuda putih yang menghadiahkan sebaris puisi yang begitu indah . Dia ndak berharap saya sesempurna itu, yang dia inginkan hanyalah saya yang apa adanya, bukan saya yang dibuat-buat dan karena saya yang hanya beginilah yang membuat dia jatuh hati padaku. :suit-siut:

Tapi tentunya ndak semua orang mengartikan romantis seperti siRum . Tiap orang mempunyai definisi lain tentang romantis ini. Kalo sampeyan bagaimana?

+) Ruum… saya perhatikan makin lama kok semakin gemblung tho kamu itu.. ?

-) Oh mas.. tumben kata-katamu kali ini begitu indahnya, kamu begitu romantis darling..

+) *kliyeng-kliyeng*

18 thoughts on “Romantis

  1. kalau menurutku mending kata-kata yang sewajarnya aja. Gak usah yang seperti puisi dengan banyak perumpamaan. bila diucapkan dengan lembut, pasti romantis juga.
    cie, cie…kok sok tau gini ya๐Ÿ˜†

  2. sebenarnya ini yg habis minum endrin yg laki atau perempuan sih? kok error dua2nya..?๐Ÿ˜€ jangan jadi romantis lah ger, romantis = rokok makan gratis๐Ÿ˜›

  3. #mas eko
    sampeyan ternyata juga romantis lho…

    #langit jiwa
    hayo saya ndak tahu, laa tadi ditaruh mana ?
    selamat malam, baik.. hahahahah

    #marsini
    ini dia yang perlu dicamkan..
    catet Rum๐Ÿ˜†

    #hanga
    bukan kesemsem tapi kesambet kekeke

    #sayur
    wong kok ra kreatip, ngolek dewe too, ngolek sing ojo podo kancane.

    #erick
    wahahahaha… machak ciiieh

    #mpokb
    yang habis minum endrin bukan keduanya tapi kursi kayu yang kakinya panjang sebelah mpok๐Ÿ™‚
    Rokok makan gratis llaa kuwi idaman saya je ..๐Ÿ˜†

    #suci
    itulah uniknya :ngakak:

  4. #deet
    yah begitulah sisi lain saya :nepuk-nepuk dada:

    #ekosuper
    sebagai anak bangsa yang menghormati para pahalawan bangsa ..mas

    #nies
    emang bal-balan, pake kalah menang..
    weeks.. linksnya ndak ada.. gah edit aku๐Ÿ˜†

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s