Circumcision

Circumcision bahasa ngaya dari khitan ato kadang juga disebut sunat yaitu tindakan ngukir memotong sebagian atau menghilangkan seluruh kulit penutup penis . Tindakan ini biasa dilakukan ketika anak masih kecil, logikanya pada masa ini dagingnya masih lembut dan karena masih dalam proses pertumbuhan jadi diharapkan lebih cepat sembuh . Tapi tak ada yang ngelarang orang yang sudah dewasa untuk dikhitan, tapi saya kira kasian dokter yang akan menyunatnya, harus mengeluarkan banyak tenaga untuk mengiris daging yang sudah sedemikian ulet bin alot .😆

Untuk metode khitan saat ini sudah semakin modern dan dilakukan oleh para ahli yang ilmu kedigdayaannya sudah ndak diragukan lagi . Dari yang metode konvensional( pemotongan,penghentian fokus pendarahan, dijahit lalu diperban ) . Ato metode Cautery Set ato disebut Khitan Laser dengan metode seperti ini burung yang dikhitan tidak mengeluarkan darah, tidak dijahit dan sianak langsung bisa menggunakan celana ato dapat dikatakan rasa sakit dapat ditekan sedemikian kecil .

Bapak saya dulu pernah cerita gimana sakitnya pada saat beliau diKhitan . Bapak yang hidup dikampung dikhitan oleh seorang Tukang Sunat (ditempat kami disebut Bong Supit ) bukan Dokter . Dengan peralatan seadanya Tukang Sunat itu menjalankan prakteknya . Waktu itu alat yang digunakan untuk melakukan khitan adalah bambu yang diiris tipis( welat, jawa) hingga tajamnya menyerupai pisau silet . Tanpa menggunakan obat bius ato obat medis, daging punya bapak dengan bengis👿 disayat begitu saja, darahpun menyembur . Setelah darah dihentikan maka bekas luka sayatan diberi putih telur sebagai obatnya (apa ngak dikerubuti semut ya ? hihihhi) . ‘Siksaan’ itu belon berhenti disitu, lukanya memakan waktu lama untuk penyembuhan, bengkak sebesar bola pingpong dengan rasa aduhai sedut senutnya tiap malam dirasakan katanya . Jangankan pake celana, pake sarung aja harus hati-hati . Supaya kulit yang terluka tidak bergesekan langsung dengan kain sarung, maka bapak menggunakan kulit kelapa yang sudah dibersihkan serabutnya untuk menutup ‘barang’ kesayangannya . kek dikasi spoiler ya ? :tabok-tabok pantat bapak:😆

Dalam agama Islam khitan merupakan salah satu media pensucian diri dan bukti ketertundukan kita kepada ajaran agama, sesuai sabda Rosul SAW .

“Lima perkara yang merupakan fitrah manusia : 1. sunat (khitan), 2. al-Istihdad (mencukur rambut pada sekitar kemaluan), 3. memotong kumis, 4. mencukur bulu ketiak, dan 5. menggunting kuku. (HR Jama’ah dari Abu Hurairah r.a.).

Sidang jamaah Jum’at yang saya cintai….:mrgreen: . Saya kurang begitu mengerti hukum Khitan wajib ato sunnah bagi seorang laki-laki, jadi saya ndak mau membahas tentang ini . Jadi tanyakan saja pada Kyai ato Ulama yang paling dekat dengan rumah anda .

Kalo dipandang dari sudut kesehatan tentunya khitan bisa menjadikan organ fital jadi bersih . Biasa dibawah penile skin adalah tempat yang strategis bagi smegma ( cairan yang menggumpal kek keju) dan cenderung tidak bersih karena tempatnya tertutup . Dengan dipotong maka menjadikan tempat itu lebih mudah dibersihkan dari segala polutan atoupun residu yang mengotori . Dengan bersih tentunya penyakitpun enggan mendekati, dengan terbuka alangkah semriwing rasanya😆 .

Pun begitu dengan keponakan saya yang tercinta Duta Adicahya Darmawan karena ingin menjalankan syariat agama dan biar organ fitalnya bersih dan sehat maka pada tepat dihari ( 26 Juni 2008  ) ini dia di Khitan di Bogem, nJogyakarta . Mohon doanya dari sampeyan-sampeyan semua supaya dia cepet sembuh . Jangan mengharap makan-makan, wong saya aja ngak bisa makan-makan dengannya.

Sebelom dan sesudahnya saya haturkan terima kasih .. Halah

============

>>>Tak.. ndak usah sedih, om ndak bisa ngancani, tapi pas om pulang nanti kita bandingkan aja hasilnya lebih nganteng mana “ukirannya”, punya om ato punya Dutak 😆

26 thoughts on “Circumcision

  1. jadi inget pas sayah juga
    ngeliat jaitannya ga rapih, saya nanya sama mantri sunatnya, kenapa ga dijait rapih sayah, eh kata mantrinya ini namanya di radial (kaya ban mobil ajah) nanti kamu tau gunanya saat sudah dewasa
    hehehehe
    *pantesan pada minta tambah semua*👿

  2. wah jadi inget pas gue sunatan. Uda gede, kelas 1 SMP, tinggi udah 173. Sbelum sunat pada nyukurin bulu2x dulu. Pas uda kelar dan sampe rumah terus tidur. Begitu bangun lah koq banyak darah membanjir di burung gue. Langsung ke rumah sakit lg. Malah ditanya ama mantrinya, “tadi BERDIRI ya ?!”

    sial.

  3. #suci
    emang dikira saya mau sunat lagi ya ?🙂

    #sayur
    laah sopo sing suruh mbayangke punyaku ? ih jijay:mrgreen:

    #gatak mas
    ukiran khas bogem juga ya ?

    #joko
    ireng gosong maksudnya, itu karena efek kota jahanam yg kita cintai ini😆

    #goop
    punya sampeyan kadang masih terasa semriwing, ndak ?

    #erick
    saya sampaikan rick

    #fetro
    skrinsutnya malah mbikin takut orang

    #dyah
    kek liat hantu aja serem🙂

    #langit
    makasih langit

    #edy
    Iya pak, dengan dunia kedokteran yang semakin maju, khitan sudah ndak terasa sakit lagi

    #ade
    punya saya bukan hanya benangnya de, malah jarumnya ngak dilepas😆

    #tigis
    waktu itu sampeyan mikirin apa ? kok ampe berdiri ..kekek

    #aprikot
    iya.. tinggal butuh juri. Sampeyan mau ?

    #nisha
    ssttt mbak . Jangan bilang-bilang

    #hanggadamai
    ngak serem tapi sakit nga .. hahaha

    #gimbal
    ndesoo rak tau update

  4. tapi pas om pulang nanti kita bandingkan aja hasilnya lebih nganteng mana “ukirannya”, punya om ato punya Dutak😆

    tanpa skrinsyut, semua adalah hoax…

  5. #hangga
    saya tahu kok boss:mrgreen:

    #deet
    waah banting setir jadi tukang khitan.. saya ndak tegaan Det

    #nies
    pengen liat skrinsutnya… tunggu aja, dijamin girap-girap kowe nis😆

    #almas
    mau tak potong lagi punyamu ?!

    #Edy pak
    iya pak, ndak pake bengkak lagi . Saya ndak lah pak.. kapook, ini aja udah ngantengnya rak umum🙂

    #moerz
    huwekk..:mrgreen:

    #lieks
    pengen bukti ??

    #juliach
    dibikin rambak ? sampeyan dah pernah makan po ?? hih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s