Bulan Separo

Bulan separuh mengucap salam pembuka malam . Cahaya tipis semburat dilangit melambai . Ini syahdu, ini indah . Tapi bagaimana aku bisa menikmatinya jika hatiku ada padanya.(nn)

Sore menjemput, seperti biasa aku baru memacu langkah untuk segera pulang . Tapi sore ini tanpa hujan tidak seperti semingguan yang lalu . Langit cerah, biru belapis semburat kebiruan tanpa sedikitpun mendung ada bulan separo disana . Walo tanpa bintang tapi saya yakin langit begitu indah kali ini .

Kuperlambat langkahku, untuk mencari tempat bebas luas agar bisa memandang langit lepas . Aku tak mau kehilangan suasana sore seperti ini . Lalu kududukkan penatku ditanah tak beralas,luas tanpa jeda maupun batas . Cepat-cepat kutengadahkan pandanganku keatas, kebubungan langit, ketepian bulan yang separo juga ke ambang-ambang cakrawala .

Diamkupun membuncah . Pikirkupun bercakap dengan bulan separo, berbincang soal apa yang tak terkatakan, membisikkan tentang segala esok dan bercerita tentang hayal dan bayang . Dan aku masih duduk bersama diamku .

Penatku hilang, kembali kuayun langkah untuk pulang, walo masih tersisa sepenggal tanya .

Iklan

20 thoughts on “Bulan Separo

  1. minggu lalu bulan sabit di dekat speaker musholla
    minggu ini bulan separo di atas kepala
    keduanya terjadi pada saat berangkat tarawih…
    opo memang pindah-pindah to, mas?

    ———————————-
    emang susah dibilangin sibulan ini..sukanya emang pegi-pegi gitu 😀

  2. masih tersisa sepenggal tanya.
    ya iyalah, orang nanya nya sama bulan. mana bisa dijawab tho…

    —————————
    kapan-kapan tak nanya kamu aja..mau ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s