Ning

galauNing namanya, kukenal saat ada pagelaran wayang kulit dipendopo kelurahan beberapa tahun yang lalu.Pertemuan terakhir lebaran kemarin dikuburan pinggir kampung, saya nyekar simbah, siNing nyekar mendiang bapaknya . Sehabis itu kita ndak pernah ketemu lagi karena sibuk dengan kegiatan masing-masing, saya kembali ke kota dan siNing sibuk ngajar di SD inpres dikaki gunung.

Kemarin sore jam 6.30 saat saya menikmati kopi sepat yang kurang gula, diatas lincak yang berderit-derit tiap badanku bergerak . Telpon saya bergetar mengabarkan bahwa ada panggilan masuk, nama Ning nampak dilayar . Tak biasa-biasanya dia menghubungiku batin saya .Dan suaranya kali ini berat serak tidak seperti biasa .

Lalu diapun bercerita tentang apa-apa yang hendak dicerita, diselingi aduh mengaduh karena dihimpit persoalan yang susah dipecah ucapnya . He-eh.. iya..terus… ucapku untuk memastikankepadanya bahwa obrolan jarak jauh ini tidak terputus . Ning kembali meneruskan keluh kesah dan kali ini ada isak ditengah-tengahnya. Sontoloyo saya ndak bisa liat orang menangis, aku tercekat, dahiku mengkerut bukan karena ampas kopi yang ikut terminum dan meninggalkan bekas hitam digigiku yang memang sudah hitam dilabur nikotin.Aku tergagu karena ndak bisa bilang apa-apa, lah aku bukan ahli psikologi ataupun ahli jiwa yang bisa membaca persoalan dan memberikan jawaban persoalan itu secara ndakik nan bijaksini .

Kali ini Ning terdiam, hanya terdengar suara isak lirih diujung sana. Dan akhirnya kuberanikan untuk bicara,” Ning..aku mau cerita, tentang kisah Dua putri raja di kerajaan entah berantah . Dua putri ini sangat cantik, badannya tinggi semampai, mulus tiada kepalang, baunya harum . Tapi kedua putri raja ini mempunyai persoalan yang sama . Yaitu kentutnya bau, bagi putri raja yang cantik rupawan tentunya kentut bau ini merupakan persoalan yang sangat besar . Ngak lucu khan semisal orang-orang sampai mengetahuinya . Singkat cerita,saya akan menceritakan gimana para putri keraton ini menyikapi persoalannya .

Dimulai dari Putri raja pertama, putri ini berpikiran bahwa kentut diakibatkan dari proses pembakaran makanan diperutnya dan makanan inilah yang menyebabkan kenapa kentut jadi bau . Lalu tanpa berkonsultasi dulu dengan pakar perketutan, ia mengambil keputusan akan mengurangi makan dengan begitu dia dapat menekan proses pembakaran makanan didalam perutnya.Karena jarang makan dan kurang asupan gizi maka tubuh putri ini semakin menyusut, kering kerontang, gampang sakit-sakitan.Dan akhirnya putri raja pertama ini meninggal karena salah dalam memecahkan persoalannya .

Selanjutnya ke putri raja kedua, kalo putri yang kedua ini agak kreatip, pikirannya terus diperas gimana supaya kentutnya tidak bau . Dia juga sadar bahwa kentut adalah proses alamiah tubuh dan tidak bisa dihindari . Tiap malam dia berpikir gimana cara menciptakan sebuah alat yang bisa mengubah bau busuk menjadi bau harum kembang.Setelah sekian lama berpikir, akhirnya dia bisa menemukan alat yang bisa membikin harum kentutnya. Alatnya berupa tabung yang berisi minyak wangi yang diatas tutupnya ada sejenis katup, dan ditempatkan tepat didepan biasa kentut keluar.Cara kerjanya apabila ada perbedaan tekanan udara maka alat tersebut akan menyemprotkan bau harum kembang . Sangat inopatip bukan ? Putri kedua inipun bisa bernafas lega, ia bisa kentut dimanapun berada tanpa dihinggapi rasa takut karena kentutnya bau.

Begitulah Ning ceritanya dua putri raja yang memecahkan masalah dalam pendekatan yang berbeda, ucapku mengakhiri ceritaku . Hahahahahaha.. siNing malah tertawa ngangak diujung sana. Ning terus ketawa sampai suaranya tiba-tiba keputus mungkin karena pulsanya sudah habis. Duhh akupun ndak bisa menghubungi kembali pulsakupun tinggal 100 rupiah.

Aku beranjak kedalam rumah, dan mengucap maaf  lewat doa karena aku tidak bisa ikut membantu memecahkan masalah Ning. Tapi aku seneng bisa membikin Ning tertawa.

>>pic diambil dari tamanismailmarzuki.com

5 thoughts on “Ning

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s