Pelacur Tua dan Doa seorang Bocah

Malam semakin larut, embunpun sudah mulai membasahi rumput taman disudut kota . Seorang pelacur tua nampak duduk dibawah lampu yang sudah meredup sinarnya . Tak ada muram maupun gurat kecapekan nampak diwajahnya, hatinya bersuka cita.Karena saat ini dia telah mampu mengabulkan permintaan anak semata wayangnya, satu baju koko, sarung dan juga peci . Pakaian itu sekarang ada di tas kresek hitam yang terus dipeluknya, ia membayangkan betapa ganteng anaknya saat memakainya, berlarian memakai baju barunya menuju surau untuk sholat terawih dan juga mengaji bersama kawan-kawannya.

Selain itu, satu hal yang membuat dia bahagia adalah ia dapat juga meluluskan permintaan anaknya untuk tidak lagi menjadi pelacur. ” Kenapa bunda jadi pelacur?” pertanyaan yang selalu ditanyakan anaknya saat mau beranjak tidur . Biasanya dia takkan mampu menjawabnya pertanyaan anaknya itu, bibirnya tercekat dan ada air mata yang mulai turun dari sudut matanya . “Aku pengin bunda ngak melacur lagi ?” ucap bocah kecil itu sambil memeluk ibunya karena pertanyaannya tidak pernah terjawab. Hari ini pelacur tua bertekat dengan sekuat hati untuk tidak kembali ke taman sudut kota itu lagi . Ia akan menghabiskan masa tuanya untuk mengantar anaknya pergi mengaji.

5 km dari taman kota tempat pelacur melamun, disebuah rumah yang sangat sederhana . Seorang bocah umur 10 tahunan, duduk kusyuk diatas sajadah yang mulai memudar warnanya . Matanya terpejam,mulutnya melafalkan doaย  ” Gusti.. aku pengin bundaku ngak melacur lagi, kabulkan ya Gusti “. Doa itu dibaca berulang-ulang sambil menunggu ibunya pulang.

1 km dari rumah tempat bocah duduk berdoa, diujung gang depan kantor bupati. Puluhan orang berkumpul melihat mayat yang tergeletak dipinggir jalan, tubuhnya penuh bercak darah .Mati karena korban tabrak lari . Dipelukannya nampak tas kresek berisi baju koko, sarung dan peci.

—————————————————-

MARHABAN YA RAMADHAN

Selamat berpuasa. Semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari pada masa yang telah lalu

8 thoughts on “Pelacur Tua dan Doa seorang Bocah

  1. Tragic ending, amat inspiratif, mengharukan, saya sampai bergidik membayangkan seandainya memang kejadian itu pernah ada.

    Salam dari tenggara kalimantan, silakan mampir di http://www.imisuryaputera.co.nr

    ——————————————–
    syukur bang..ini bukan kisah nyata, cuman sebatas oret-oretan karangan saya.
    Salam kembali .. segera meluncur ke TKP
    ๐Ÿ˜€

  2. met puasa, mas gerr
    sudah jalan nasibnya ibu itu barangkali, ah entah…

    ———————————–
    met puasa juga mas uncle
    kita ngak dapat menerka nasib seseorang, betul begitu
    ๐Ÿ™‚

  3. Wah, ini bisa dibilang doa si anak terkabul, tapi kok tragis ya.. Hmm.. Kalau ada kejadian beneran, semoga tertangkap pelakunya sekalian..

    ————–
    Itu bukan kisah nyata kok mpok..karangan saya sahaja๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s